Leadership tidak sama dengan pemimpin

Beberapa waktu yang lalu ada teman yang datang bertanya mengenai kegiatan kami berkaitan dengan pelatihan leadership. Dia menanyakan: “Apakah kalau sudah mengikuti pelatihan leadership otomatis nanti akan menjadi pemimpin?” Saya jawab: Ya, benar. Pada hakekatnya kita semua ini adalah seorang pemimpin, setidak-tidaknya sebagai pemimpin diri sendiri.” Dia melanjutkan: “Bukan itu maksud saya. Maksud saya apakah pelatihan leadership sama saja dengan pelatihan khusus agar bisa menjadi Pimpro, atau Dirut, atau Lurah, atau Bupati, atau Gubernur, atau bahkan Presiden?” Saya jawab lagi: “Untuk menjadi pemimpin seperti yang dimaksudkan itu, sebaiknya mempunyai kompetensi leadership yang handal, yang bisa ditimba dari pelatihan leadership, namun seorang pemimpin tidak cukup hanya mempunyai kompetensi leadership.” Begitulah sepenggal tanya-jawab kami yang mendasari judul tulisan ini.

Kembali pada judul di atas, tulisan ini akan sedikit mengupas mengenai: “Leadership tidak sama dengan pemimpin.” Memang tidak sama, karena laedership berkaitan dengan kompetensi, sedangkan pemimpin berkaitan dengan figur seseorang. Dengan kata lain, laedership berkaitan dengan kemampuan kognitif, sikap dan ketrampilan/skill dalam diri seseorang, sedangkan pemimpin berkaitan dengan seseorang yang ‘menjalankan’ kepemimpinan.

Pemimpin dengan kompetensi leadership yang handal sangat berbeda dengan pemimpin dengan kompetensi leadership seadanya. Ciri-ciri pemimpin dengan laedership yang handal dapat dilihat dari progres semua anggota kelompok atau lembaga atau masyarakat yang dipimpinnya. Sebagai contoh, bila suatu lembaga dipimpin oleh seorang pemimpin yang mempunyai leadership yang handal, maka lembaga tersebut akan bertumbuh, berkembang, damai dan sejahtera. Lembaga tersebut akan mengalami pertumbuhan: dari kecil menjadi besar, perkembangan: dari sedikit menjadi banyak, tercipta suasana kerja dan hubungan antar anggota semakin damai, dan semua anggotanya merasakan semakin sejahtera. Kalau suatu lembaga tidak mengalami hal-hal seperti itu, kompetensi leadership pemimpinnya perlu dipertanyakan.

Semua itu bisa terjadi karena seorang pemimpin dengan leadership yang handal, pasti sudah mengalami transformasi diri.

Bagaimana dengan kompetensi leadership pembaca?
Bagaimana dengan kompetensi leadership para pemimpin di sekitar pembaca?

Salam,
Dwiatmo Kartiko

Informasi tentang transformasi diri di sini.
Pelatihan transformasi diri di sini.
Pelatihan transformational leadership di sini atau di sini.

Informasi lebih lanjut tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Leadership tidak sama dengan pemimpin

  1. agus sapari says:

    seorang leadership adalah orang yang dapat memimpin diri nya dengan baik…, istilah kerennya memiliki pengendalian diri yang baik. sehingga dapat menguasai lingkungannya dengan baik pula. Namun seorang yang memiliki jabatan tinggi sehingga di sebut pemimpin belum tentu dapat memimpin dirinya dengan baik. Meskipunidealnya Pemimpin harusmempunyai leadership yang baik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s