Menjadi Manusia Unggul

Bagi siapa saja yang ingin menjadi manusia yang bermartabat dan berkarakter mulia

Tulisan ini diambil dari tulisan bersambung di Facebook: Forum Manusia Unggul. Dengan membaca tulisan ini, dan/atau menjadi anggota di Facebook: Forum Manusia Unggul, diharapkan kita semua bisa menjadi manusia unggul dalam arti yang sebenarnya, yaitu: manusia yang bermartabat dan berkarakter mulia, yang mampu mengembalikan kedamaian dan kesejahteraan dunia tempat kita hidup bersama.

Salam,
Dwiatmo Kartiko
Koordinator Forum Manusia Unggul (Forum MU)

-o0o-

Urutan Paparan:

  1. Kita Bisa Selalu Beruntung
  2. Semesta dan Manusia
  3. Kekuatan Utama Manusia
  4. Jiwa Kita Selalu Memproses (1) – Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir Negatif
  5. Jiwa Kita Selalu Memproses (2) – Bila Selalu Berpikir Positif, Hal-hal yang Negatif Menyingkir
  6. Sukses Bisa Dipelajari,… Benar? – Pelatihan Sukses vs Peran Tuhan
  7. Setelah Sukses,… Tugas Kita Selanjutnya: Berbagi,… – Kepemimpinan Horizontal

-o0o-

1. Kita Bisa Selalu Beruntung

Ada peribahasa yang bagus pada jaman Babylon, sebuah kota di Timur Tengah yang pernah kaya raya penuh dengan emas, mutiara, berlian dan permata pada jamannya. Begini terjemahan peribahasa tersebut: “Bila seseorang selalu beruntung, tidak ada yang bisa meramal sampai sejauh mana keberuntungannya. Ceburkan dia ke sungai Efrat dan perhatikanlah ia akan berenang keluar dengan segenggam mutiara di tangannya,” Peribahasa ini sepertinya ingin menyatakan bahwa keberuntungan yang dialami oleh seseorang itu bisa saja terjadi dengan tidak terbatas. Bahkan dalam kondisi yang terjepit sekali pun, dia masih tetap bisa beruntung, atau istilah lainnya tetap selalu mujur.

Yang lebih menarik lagi bagi kita semua adalah bahwa keberuntungan itu bisa kita pelajari bersama dan bisa kita setting agar selalu terjadi di dalam diri kita. Inilah salah satu pikiran yang mendasari bahwa kita semua bisa menjadi Manusia Unggul. Bagaimana dengan pengalaman teman-teman?

Salam,
ForumMU

– Resensi Buku: “Hidup Yang Selalu Beruntung,” di sini.
– Resensi Buku: “Manajemen Kasih,” di sini.
– Materi Pelatihan “Self Empower,” di sini.
– Materi Pelatihan Leadership: “Menjadi Pemimpin yang Tangguh,”
di sini.
– Materi Pelatihan Teamwork: “Menciptakan Teamwork Berkinerja Prima,”
di sini.

-o0o-

2. Semesta dan Manusia

Pada kesempatan awal ini kami ingin sharing sedikit tentang 2 (dua) hal, yaitu: manusia dan semesta. Bahan tulisan ini kami peroleh dari berbagai sumber ditambah dengan perenungan selama menjalani hidup. Begini sharing saya:

Kita mulai dari diri kita. Kita semua ini diciptakan oleh Yang Widhi sebagai manusia. Manusia diberi kesempatan oleh-Nya untuk hidup di dunia. Di dunia ini, manusia ditugaskan sebagai pengelolanya agar dunia ini bisa semakin hari semakin lebih baik. Yang dikelola oleh manusia meliputi: binatang, tumbuhan, daratan, lautan, gunung, lembah, sungai, gurun, ekosistem, dll., dsb. Dalam mengelola bumi, manusia diberi teman yang banyak sekali, yaitu sesama manusia. Dalam hal sesama manusia ini, tugas kita juga sama, yaitu membantu sesama kita agar kita semua semakin hari bisa semakin lebih baik. Untuk mengelola sesama ini banyak hal yang perlu diperhatikan, antara lain: ilmu sosial, psikologi, ekonomi, leadership, politik, dll., dsb. kalau diuraikan banyak sekali. Tetapi yang penting untuk diingat adalah bahwa kita akan bisa hidup di dunia ini bila semua makhluk bisa berbahagia, damai dan sejahtera. Seperti bermain kartu domino itu lho, kalau salah satu kartunya tidak memperoleh kesempatan hidup, ya kartu-kartu yang lainnya juga tidak bisa hidup. Maksudnya, kalau ada salah satu makhluk atau spesies yang punah, bisa jadi beberapa makhluk atau spesies yang lain juga ikut-ikutan punah. Kalau ada kejadian seperti ini kan hidup jadi kurang enak, benar? Begitulah kurang-lebihnya tugas manusia selama masih diberi kesempatan untuk hidup di bumi ini.

Lebih lanjut, bumi kita ini tidak pernah diam, selalu bergerak, selalu berrotasi pada porosnya. Berputar pada porosnya ini memerlukan waktu selama 24 jam lebih sedikit. Selain itu, bumi ini juga selalu mengelilingi matahari. Lama waktu mengelilingi matahari sekitar satu tahun atau lebih tepatnya 365,25 hari.

Bagaimana dengan rembulan yang selalu bersinar purnama di pertengahan bulan? Ya, bulan statusnya sebagai planet bumi, artinya gerakan bulan itu mengelilingi bumi. Lamanya mengelilingi bumi sama dengan namanya, yaitu satu bulan.

Lebih meluas lagi, ternyata, selain bumi, ada juga planet-planet lain yang mengelilingi matahari, antara lain: planet Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto. Matahari beserta seluruh planet yang mengelilinginya disebut Tata Surya.

Kalau kita gambar di atas selembar kertas, sebuah tata surya itu cuma sebuah lingkaran, dengan titik pusatnya matahari dan lingkaran terluar adalah jalur planet yang paling jauh dari matahari, dalam hal ini Pluto. Misalnya, kertas yang kita pakai ukuran A4, kemudian tata surya digambarkan dengan sebuah lingkaran berdiameter 2 cm tepat di tengah-tengah kertas, maka kita mungkin akan berkomentar: “Lha kok banyak ruang yang kosong di kanan-kiri-atas-bawah lingkaran tersebut?” Kita pun akan bertanya: “Bagaimana dengan keadaan yang ada di luar Tata Surya? Di luar Tata Surya itu apakah kosong atau bagaimana?”

Jawabannya: “Tidak.” Di semesta ini tidak pernah ada tempat yang benar-benar kosong. Kalau ada suatu lahan yang kosong misalnya, silakan diperhatikan, dalam beberapa minggu kemudian lahan tersebut pasti sudah tidak benar-benar kosong, tetapi mulai ditumbuhi rumput-rumput liar atau tanaman pengganggu. Benar? Begitu juga di luar Tata Surya yang kita gambarkan tadi, juga tidak kosong, tetapi di situ terdapat tata-surya – tata-surya yang lain yang banyak sekali.

Di setiap tata surya pasti mempunyai matahari. Karena jarak kita dengan matahari-matahari tersebut amat sangat jauh sekali, maka matahari yang berada di tata surya yang lain tersebut hanya terlihat sebagai lingkaran-lingkaran kecil atau titik-titik yang bersinar. Lha yang ini namanya bintang-bintang yang bisa kita lihat pada malam hari. Mungkin ada baiknya kalau pas malam hari langit tidak berawan, kita menengok ke atas mencoba menghitung berapakah banyaknya bintang-bintang di langit?

Jarak antara sebuah bintang dengan bintang yang lainnya amat sangat jauh sekali. Ukurannya jarak ini menggunakan kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km/dtk. Jarak antara 2 bintang ini ada yang 100 tahun cahaya, tetapi ada juga yang lebih jauh lagi. Kalau misalnya jarak antara 2 bintang 100 tahun cahaya, maka berapa jarak tersebut bila dikonversi ke dalam kilometer? Jawabnya: Jarak 100 tahun cahaya = 300.000 km/dtk x 100 tahun x 12 bulan x 30 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = ………. km. (Silakan dihitung sendiri).

Atau bisa juga digambarkan seperti ini: jarak 100 tahun cahaya itu, seandainya kita mempunyai pesawat yang bisa melesat dengan kecepatan cahaya (300.000 km/dtk), maka jarak tersebut akan kita capai selama 100 tahun. Artinya kalau umur kita bisa mencapai 100 tahun, maka seumur hidup kita melakukan aktivitas sehari-hari: makan – tidur – kerja – dll. hanya di dalam pesawat. Kira-kira begitulah jauhnya.

Itu baru jarak antara satu bintang dengan bintang yang lain. Lha kalau bintangnya amat sangat banyak sekali, terus sebarapa jauh jaraknya? Kemudian, bisakah kita menghitung luas semesta raya ini?

Jadi, …..
Kalau kita kembali menengok diri kita, di dalam semesta raya ini, manusia itu sebesar apa? Silakan direnungkan sendiri.

Salam,
ForumMU

– Resensi Buku: “Hidup Yang Selalu Beruntung,” di sini.
– Resensi Buku: “Manajemen Kasih,” di sini.
– Materi Pelatihan “Self Empower,” di sini.
– Materi Pelatihan Leadership: “Menjadi Pemimpin yang Tangguh,”
di sini.
– Materi Pelatihan Teamwork: “Menciptakan Teamwork Berkinerja Prima,”
di sini.

-o0o-

3. Kekuatan Utama Manusia

Dari cerita 2. SEMESTA DAN MANUSIA yang telah di-sharing-kan di Forum Manusia Unggul sebelum tulisan ini, setidak-tidaknya kita bisa menangkap 3 (tiga) premis yang bisa menjadi perhatian kita, yaitu:

  1. Manusia diberi kesempatan oleh Sang Pencipta untuk hidup di dunia
  2. Manusia ditugaskan oleh-Nya sebagai pengelola dunia. Suatu tempat yang merupakan salah satu komponen dari semesta raya ciptaan-Nya.
  3. Manusia tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan semesta raya.

Yang pertama, memang benar manusia hidup di dunia ini cuma karena diberi, sekali lagi cuma diberi kesempatan untuk hidup, bukannya karena punya permintaan atau memilih untuk bisa hidup di dunia. Pengalaman saya inilah yang saya rasakan, saya pernah bertanya, mengapa saya dilahirkan sebagai orang jawa, kok sebelumnya saya tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih (misalnya multiple choices) lahir sebagai orang Melayu, atau orang Eropa atau orang India atau Super Hero misalnya. Setahu saya, saya hadir di dunia ya tahu-tahu sudah besar. Banyak kejadian-kejadian waktu bayi saya tidak mengingatnya lagi.

Yang kedua, manusia lahir di dunia memperoleh tugas yang mulia, yaitu menjadi pengelola bumi, atau leader merangkap manajer agar bisa menjadikan dunia ini semakin hari semakin lebih baik. Tugas ini tidak bisa di-handle oleh spesies-spesies yang lain. Mengapa? Karena hanya spesies manusia-lah yang mempunyai jiwa. Kalau bertanya yang dimaksud jiwa itu apa? Uraiannya nanti di alinea selanjutnya.

Kemudian yang ketiga, ini tampaknya berkebalikan, manusia mempunyai tugas mulia mengelola bumi, tetapi tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan semesta raya. Inilah kenyataannya, secara fisik yang bisa dideteksi oleh panca indera, memang manusia itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan luasnya semesta raya. Tetapi untuk tugas mulia tersebut manusia diberi kesempatan untuk menjadi apapun yang diinginkan. Kok bisa? Ini karena manusia adalah semesta itu sendiri dalam bentuk mikro. Semesta raya yang amat sangat besar sekali itu mempunyai unsur-unsur yang sama dengan manusia, baik itu unsur-unsur yang kasad mata, maupun unsur-unsur yang tidak kasad mata. Unsur yang kasad mata itu diwakili Tubuh/jasmani dan yang tidak kasad mata itu disebut Roh/rohani, sedangkan Jiwa berada di antara keduanya.

Mari kita diskripsikan 3 (tiga) unsur dalam diri manusia, yaitu Roh, Jiwa dan Tubuh. Roh itu adalah sumber atau tuk kehidupan, roh kita berhubungan erat dengan Sang pencipta, wujudnya tidak kelihatan (maya) namun bersifat kekal. Sedangkan Jiwa itu adalah kekuatan untuk memproses dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang rusak menjadi baik, dll., jiwa kita merupakan perpaduan dari kekuatan pikiran, perasaan dan keinginan (atau cipta, rasa dan karsa), wujudnya berupa visualisasi atau bayangan di pikiran, yang bisa terbaca dari tindakan dan perbuatan kita, dan sifatnya bisa berubah-ubah. Dan Tubuh itu adalah hasil proses dari jiwa kita, wujudnya berupa hal-hal yang duniawi, materi, fisik, nyata, kasat mata, namun bersifat tidak kekal.

Dengan kata lain, kunci utama keberhasilan manusia dalam mengelola bumi ini tergantung pada bagaimana kemampuannya dalam mangelola jiwanya. Kemampuan yang paling penting dalam hal ini adalah bagaimana agar ia mampu memproses hal-hal yang tidak kelihatan (rohani) menjadi hal-hal yang kelihatan (tubuh/jasmani). Jiwa yang sehat dan selaras dengan semesta raya ciri-cirinya bisa menciptakan yang tidak ada menjadi ada, yang rusak menjadi baik, yang sakit menjadi sembuh, yang tidak punya makanan bisa mempunyai makanan yang cukup, bahkan melimpah, dll. dst. Atau dengan kata lain, jiwa seseorang yang sehat dan selaras dengan semesta raya adalah jiwa yang selalu mempunyai solusi di dalam berbagai situasi yang terjadi di dalam kehidupan dirinya atau orang-orang di sekitarnya. Mengenai pengelolaan fisik/tubuh/duniawi menjadi urutan berikutnya, yang sudah banyak dibahas oleh dokter, pakar sosial, pakar hukum, pakar ekonomi, pakar bangunan, pakar asuransi, dll.

Bagaimana mangelola jiwa, yang terdiri dari cipta (pikiran), rasa (perasaan) dan karsa (keinginan), agar bisa menciptakan segala sesuatu yang kelihatan (tubuh/jasmani) yang bersumber dari yang tidak kelihatan (rohani)? Itulah yang perlu kita bahas bersama dalam Forum Manusia Unggul ini. Silakan kita bicarakan bersama tentang hal ini dengan panjang lebar.

Berikut ada beberapa catatan yang perlu kita simak dalam kaitannya dengan pengelolaan jiwa kita, (saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada Mas Yosandy Lip San yang telah menulis tentang hal-hal berikut ini):

  1. Berapakah jumlah sel otak manusia? Jawabannya adalah 1 triliun sel otak, yang terdiri dari 100 miliar sel aktif dan 900 miliar sel yang menghubungkannya. Jumlah sel otak manusia ini bila dibandingkan dengan jumlah sel otak lebah yaitu 1 triliun berbanding 7.000 sama dengan 142.857.143 kali lipat.
  2. Otak manusia diibaratkan alam semesta. Pernyataan ini tidak berlebihan. Hal ini berhubungan dengan potensi atau kapasitas otak itu sendiri.
  3. Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung (pusat perasaan) 5000 kali lebih kuat daripada otak (pusat pikiran). Medan ini dapat diukur dengan magnetometer dengan jarak lebih dari 3 meter di luar badan fisik.

Selain itu, ada juga beberapa catatan berikut yang perlu juga kita simak bersama:

  1. Siapa saja yang bisa hidup selaras dengan hukum-hukum semesta, maka ia dapat mencapai apa pun dengan usaha minimal. Karena hukum-hukum alam akan membantunya mewujudkan tujuannya. Salah satu hukum-Nya adalah Law of Attraction (LOA), yang bekerja siang malam untuk memelihara dan menjaga keharmonisan alam semesta.
  2. “Kita ini adalah hasil dari apa yang dipikirkan. What you have become is what you have thought”. Buddha.
  3. “Manusia adalah apa yang ia pikirkan sepanjang hari.” Ralp Waldo Eemerson.
  4. “Tak seorang pun yang berkata bahwa kesulitan tidak pernah menimpanya. Tak ada orang yang berkata hidupnya tidak pernah mengalami kesusahan. Tetapi setiap saat kita dapat menikmati hidup ini dengan cara yang berbeda, namun selaras alam, yaitu dengan cara selalu bersyukur.” Hua Ching Ni.
  5. “Perubahan terbesar dalam generasi kita adalah pada saat kita mengetahui bahwa manusia dapat mengubah aspek luar kehidupan mereka dengan cara mengubah sikap yang berada dalam pikiran mereka.” William James.
  6. “Penelitian menunjukkan bahwa para bintang super sukses melakukan pemikirannya pada tingkat gelombang otak alpha, yaitu dalam keadaan relaksasi sehingga mereka bisa menggunakan kedua wilayah otak mereka secara sinkron; otak kiri yang bersifat logis-matematis dan otak kanan yang intuitif dan kreatif. Ketika Anda belajar menggunakan dua wilayah otak secara sinkron untuk berpikir, Anda akan memulai melakukan sesuatu yang akan Anda sebut keajaiban dibandingkan saat Anda hanya menggunakan wilayah otak kiri Anda untuk berpikir. Anda akan melihat peluang-peluang yang sebelumnya bahkan tidak pernah Anda pikirkan.” Stephen Barnabas.
  7. “Dengan mengubah cara berpikir kita, maka segala faktor eksternal yang sering menjadi atribut orang sukses akan datang dengan sendirinya bagaikan arus sungai.” Jennie S. Bev.
  8. “Albert Einstein sering berkata bahwa teori relativitasnya muncul lebih karena pikiran yang berkelebat, bukan karena pola pikir logis yang disajikan oleh para peneliti di laboratorium yang berorientasi pada data. Walaupun selanjutnya teori itu dimatangkan dengan berbagai studi dan perenungan. Tetapi faktor awal yang paling menentukan dalam penemuan teori ini adalah intuisi.” Mortimer R. Feinberg dan Aaron Levenstein.
  9. Often you have to rely on your intuition. Sering kali Anda harus bersandar pada intuisi Anda.” Bill Gates.
  10. “Ada metoda untuk mempertajam intuisi, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Makin sering digunakan, intuisi juga akan semakin tajam.” Richard Wiseman.

Terima kasih, semoga bermanfaat. Selanjutnya, marilah kita membahas bersama dalam forum ini agar secepatnya kita semua bisa menjadi Manusia Unggul

Salam,
ForumMU

– Resensi Buku: “Hidup Yang Selalu Beruntung,” di sini.
– Resensi Buku: “Manajemen Kasih,” di sini.
– Materi Pelatihan “Self Empower,” di sini.
– Materi Pelatihan Leadership: “Menjadi Pemimpin yang Tangguh,”
di sini.
– Materi Pelatihan Teamwork: “Menciptakan Teamwork Berkinerja Prima,”
di sini.

-o0o-

4. Jiwa Kita Selalu Memproses (1)

Apapun getaran jiwa kita (yaitu: pikiran, perasaan dan keinginan), getaran tersebut selalu dan pasti memproses kehadiran semesta ke dalam tubuh/jasmani kita.

Berikut contoh getaran jiwa yang bisa mengakibatkan hidup seseorang menjadi tidak kondusif dan tidak enak.

Tulisan ini telah dimuat di: http://pembelajar.com/menderita-sakit-bisa-disebabkan-dari-berpikir-negatif

Besok,… kami akan kirimkan contoh getaran jiwa yang bisa mengundang kenikmatan hidup.

Bila ada anggota ForumMU yang belum memperoleh pesan:
– KITA BISA SELALU BERUNTUNG
– SEMESTA DAN MANUSIA
– KEKUATAN UTAMA MANUSIA
bisa kontak kami. Atau bisa dilihat di: http://www.facebook.com/group.php?gid=104701484267&ref=mf

Salam,
Forum MU

——————————

Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir Negatif

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Pada suatu hari di bulan November 2007, saya mendapat SMS dari teman saya yang isinya bahwa Pak W (singkatan nama) saat ini masuk rumah sakit untuk menjalani operasi lambung. Saya heran, pikir saya, lha wong Pak W itu jualan bermacam-macam produk makanan/minuman kesehatan, dari beberapa perusahaan MLM besar, yang katanya amat sangat manjur sekali, kok malah dirinya sendiri masuk rumah sakit, berita ini pasti nggak benar, nggak masuk akal. Kemudian saya coba cek ke keluarganya dan hasilnya: “Ya Benar, pak W masuk rumah sakit, operasi lambung.”

Saya masih tetap heran, setiap kali bertemu pak W, dia selalu cerita bahwa jualannya laris karena dagangannya mempunyai khasiat yang amat sangat manjur luar biasa. Dia pernah cerita bahwa pak A dulunya sakit kanker, tetapi bisa sembuh karena minum ini, sambil menunjukan 1 box minuman kesehatan merk I. Pada kesempatan yang lain, dia cerita pak B sembuh dari stroke karena minum X. Waktu yang lain lagi, ibu C sudah bisa jalan, karena asam uratnya sembuh berkat makanan Z, dst. Barang-barang yang dijualnya itu katanya sudah terbukti bisa menyembuhkan segala macam penyakit, tetapi, pikir saya, dirinya sendiri malahan masuk RS., kok lucu?

Sore harinya saya besuk dia ke Rumah Sakit. Saya bisa bertemu dia, tetapi saya tidak bisa berkomunikasi dengan dia. Karena pesan dokter dia tidak boleh diajak bicara untuk beberapa hari. Di samping tempat tidurnya ada isterinya yang setia menunggui, saya bertanya dengan suara pelan kepada isterinya: “Pak W sakit lambung seperti apa kok harus dioperasi?” Isterinya menjawab: “Dari hasil rontgent, lambungnya rusak, ada lobang sebesar uang logam Rp.1000,- Satu-satunya cara biar bisa sembuh, harus dioperasi.” Saya tanya lagi: “Makanan/minuman kesehatan yang dijualnya kan manjur?” Dijawab : “Makanan kesehatan sudah tidak mampu mengatasi.”

Satu bulan setelah operasi, saya berkunjung ke rumahnya. Dia belum sembuh betul, belum bisa bekerja, masih dalam perawatan dokter di rumah, tetapi sudah bisa leluasa untuk diajak bicara. Setelah berbasa-basi sejenak, saya bertanya: “Perasaan apa yang njenegan rasakan waktu sebelum sakit, apakah suka marah-marah, atau suka ketakutan, atau suka sedih, atau iri/dengki, atau apa?” Awalnya dia tidak mau jawab, tetapi sambil bercakap-cakap ngalor-ngidul, akhirnya dia mengakui: “Selama 2 tahun ini saya selalu cemas tentang keluarga. Bagaimana tidak cemas, gaji saya sebagai pegawai negeri sudah habis untuk membayar hutang saya yang dulu untuk modal bisnis macam-macam tetapi gulung tikar. Dua anak saya masih kuliah, butuh banyak biaya. Mau jual rumah yang di Mino Martani nggak laku-laku. Hutang saya terus bertambah. Gimana nggak cemas.”

Setelah dia selesai menceritakan kisahnya, saya ganti yang ngomong: “Karena merasa cemas terus-menerus selama 2 tahun itulah yang menyebabkan lambung njenengan harus dioperasi.” Kemudian saya lanjutkan: ”Kalau mau sehat ya lupakan kecemasan itu dan pikirkan yang enak-enak, misalnya bersyukur, atau bersukacita, atau rengeng-rengeng setiap waktu luang.” Dia menyanggah: “Kamu bisa saja ngomong seperti itu, karena kamu nggak mengalami seperti ini. Coba kalau mengalami seperti saya, pasti kamu nggak berani ngomong seperti itu.” Terus saya jawab: “Bisa saja benar seperti itu, tetapi kalau njenengan masih tetap terus-menerus cemas, jangan berharap bisa sehat seperti sedia kala.” “Biar bisa memikirkan yang enak-enak, pasrahkan saja kecemasan njenengan kepada Tuhan, anggap saja masalahnya sudah selesai, dan sering-seringlah berdoa memohon agar Tuhan memberi rejeki yang halal dan melimpah, biar bisa untuk mencukupi semua kebutuhan keluarga njenengan, tentang dari mana sumbernya biarkan Tuhan yang mengatur.” Kemudian dia saya tinggali buku saya yang berjudul: “Hidup Yang Selalu Beruntung.” Selanjutnya saya menyarankan kalau ada waktu luang, buku tersebut silakan dibaca, karena di dalam buku tersebut ada kutipan tentang hasil penelitian bapak Masaru Emoto dari jepang yang membahas hubungan antara berpikir negatip dengan sakit yang diderita seseorang.

Satu bulan setelah saya mengunjunginya, saya datang lagi ke rumahnya. Saat kunjungan saya yang ini, dia sangat ramah menerima kedatangan saya, bahkan saya diajak makan besar di rumahnya. Hari itu tanggapannya istimewa, tidak seperti biasanya. Di sela-sela pembicaraan, dia mengatakan: “Terima kasih atas saran dan bukunya, saat ini saya sudah nggak cemas lagi, rumah saya di Mino tidak jadi saya jual, saat ini sudah dikontrak orang. Bisnis retail saya bertumbuh, dan syukurlah sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.” “Yang paling penting, saya sudah bisa hidup lebih rileks karena merubah cara berpikir saya.”

Demikian sepintas kisah nyata yang menceritakan tentang seseorang (bisa) menderita sakit karena berpikir negatip. Dari kisah ini juga tergambar bahwa walaupun seseorang punya ramuan herbal yang manjur luar biasa sekalipun, kalau dia selalu berpikiran negatip, dia juga tetap bisa menderita sakit. Akan lebih baik apabila kita tidak sembrono dengan pikiran kita. Lha kok bisa seperti itu, bagaimana nalarnya?

Pak Masaru Emoto dalam bukunya yang berjudul “The True Power of Water.” membahas dengan jelas bahwa berpikir negatip yang terus menerus akan meresonansi organ-organ tubuh tertentu sehingga organ-organ tubuh tersebut tidak bisa berfungsi dengan maksimal, akibat selanjutnya akan dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, dari yang ringan hingga yang fatal. Misalnya, bila sering cemas, maka lambung akan terresonansi, akibatnya akan terjadi gangguan pencernakan, yang dalam jangka panjang lambungnya akan tidak sehat, seperti yang telah dialami oleh pak W.

Secara ringkas, hasil penelitian pak Masaru tentang berpikir negatip dan penyakit yang bisa ditimbulkan, sebagai berikut, bahwa bila kita sering stress, maka kita akan mengalami gangguan pencernaan. Bila kita sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung. Bila kita mudah tersinggung, kita akan terkena insomnia (susah tidur). Bila sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah. Bila suka takut yg berlebihan, akan mudah terkena penyakit ginjal. Bila suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna). Bila suka marah bisa sakit hepatitis. Bila sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas melemah. Bila suka tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula). Bila sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang). Bila sering bersedih, bisa menderita leukemia. Bila selalu iri hati, bisa mengakibatkan kulit bernanah atau wudunen. Kalau mau disarikan lagi, mengenai pikiran negatip apa saja yang bisa menimbulkan penyakit, inilah jawabannya: “stress,” “khawatir,” “tersinggung,” “bingung,” “takut yg berlebihan,” “cemas,” “marah,” “apatis,” “tidak sabar,” “kesepian,” “sedih” dan “iri hati.”

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita bisa mengerem pikiran negatif? Jawaban pertanyaan ini telah banyak dibahas dalam tulisan teman-teman di http://www.pembelajar.com/. Caranya bermacam-macam, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa selalu mengendalikan pikiran kita agar jangan sampai dicemari oleh pikiran negatip. Biar pikiran tidak dicemari oleh pikiran negatip, beginilah resep saya, cara ini bukan satu-satunya, masih banyak cara yang lain, yaitu: percaya bahwa apapun yang telah terjadi di dalam hidup kita ini, benar-benar sudah tepat setepat-tepatnya sesuai dengan garis rencana semesta (Tuhan) untuk mengejawantahkan diri, dari yang tidak kelihatan menjadi kasat mata. Untuk ini kita perlu selalu berpikir netral dalam setiap kejadian. Bisa juga kita selalu berpikir seolah-olah semua kejadian baik-baik saja. Makanya, kalau terasa ada beban, ya pasrahkan saja kepada semesta (Tuhan) yang berkuasa mengatur hidup kita. Sebaliknya, kalau ada rejeki besar, kita juga harus mau sepakat dengan rencana semesta (Tuhan) yang selalu ingin mensejahterakan semua orang. Kalau kita bisa berpikir netral dan berpikir semua kejadian adalah baik-baik saja maka kita akan bisa selalu berterimakasih dalam segala kejadian, kita bisa selalu bersyukur setiap saat. Kalau sudah begini, tentu saja pikiran kita akan bisa terbebas dari pencemaran pikiran negatip.

Cobalah selalu memfilter semua perasaan/emosi kita agar tidak menimbulkan pencemaran negatip pada pikiran, dengan cara selalu bersyukur setiap saat. Kalau sudah bisa melakukan seperti ini terus-menerus nanti kan berbagi masalah dan penyakit bisa nggregeli. Segala masalah bisa tuntas- tas dan badan terasa sehat-wal-afiat tidak kurang suatu apapun.

Belum yakin? Jangan minta saya untuk meyakinkan, tetapi yakinkanlah diri anda dengan mencoba resep saya ini.

– Resensi Buku: “Hidup Yang Selalu Beruntung,” di sini.
– Resensi Buku: “Manajemen Kasih,” di sini.
– Materi Pelatihan “Self Empower,” di sini.
– Materi Pelatihan Leadership: “Menjadi Pemimpin yang Tangguh,”
di sini.
– Materi Pelatihan Teamwork: “Menciptakan Teamwork Berkinerja Prima,”
di sini.

-o0o-

5. Jiwa Kita Selalu Memproses (2)

Lanjutan dari JIWA KITA SELALU MEMPROSES (1),…..

Berikut contoh getaran jiwa (yaitu: pikiran, perasaan dan keinginan) yang dimodifikasi sedemikian rupa untuk suatu tujuan baik, dan ternyata bisa mengundang kenikmatan hidup.

Tulisan ini telah dimuat di: http://pembelajar.com/bila-selalu-berpikir-positif-hal-hal-yang-negatif-menyingkir

Bila ada anggota ForumMU yang belum memperoleh pesan:
– KITA BISA SELALU BERUNTUNG
– SEMESTA DAN MANUSIA
– KEKUATAN UTAMA MANUSIA
– JIWA KITA SELALU MEMPROSES (1)
bisa kontak kami. Atau bisa dilihat di: http://www.facebook.com/group.php?gid=104701484267&ref=mf

Salam,
Forum MU

——————————

Bila Selalu Berpikir Positif, Hal-hal yang Negatif Menyingkir

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Cerita ini diawalai pada hari Minggu di akhir bulan Maret 2007. Teman yang bernama bapak IS, main ke rumah. Ia adalah pengusaha bengkel las kenteng mobil yang berpengalaman. Dia telah menekuni perbengkelan tersebut selama lebih dari 30 tahun. Dia datang ke rumah untuk silaturohmi dan mau ngomong-ngomong sekedar ingin tahu perkembangan bisnis pupuk organik yang saya geluti. Di sela-sela kita berdialog, dia bertanya apakah bisa menolong usahanya yang beberapa bulan terakhir ini sepi. Dalam satu minggu hanya 1 mobil yang digarap, padahal biasanya rata-rata mengerjakan 5 mobil per hari.

Dia (IS) menegaskan: “Bisa bantu nggak?.”
Saya jawab: “Beres. Bisa pak.”

IS: “Mau pakai sarana apa? Apa mau pakai kembang atau jajan pasar?”
Sy: “Nggak usah pakai yang begituan pak. Cukup pakai kekuatan raksasa yang ada dalam diri kita.”

IS: (kebingungan) “Maksudnya?”
Sy: “Ya cuma pakai mindset. Mengatur pikiran kita sedemikian rupa agar bisa menjadi magnet positif, untuk mengundang keberuntungan dan rejeki.”

IS: (tampak bengong) “Cara apa itu, saya baru dengar. Berbahaya nggak?”
Sy: “Dijamin bermartabat. Bisa dipertanggungjawabkan secara moral.”

IS: “Terus, gimana caranya, sulit nggak?”
Sy: “Nggak sulit kok, tapi harus mau tekun dan sabar. Gimana, berminat?”

IS: “Jangan-jangan ada syarat yang berat. Nanti saya disuruh beli ayam cemani atau mengikuti acara ritual tertentu?”
Sy: “Nggak lah pak, nggak usah yang seperti itu. Ayam cemaninya dilepas saja biar hidup bebas. Kalau tentang ritual, ya seperti biasa lah sholat lima waktu atau berdoa, nggak neko-neko kok tetap sama seperti biasanya. Gampang kan?”

IS: “Ya bolehlah. Kapan dilaksanakan.”
Sy: “Ya sekarang kalau bapak sudah siap.”
IS: “Ya mari.”

Selanjutnya saya mulai dengan bertanya, yang dia inginkan itu apakah bengkelnya laris atau punya uang. Dia menjawab ya bengkelnya laris, ya sekaligus punya uang. Kemudian saya mulai berkata-kata: “Kalau begitu begini caranya. Lakukan 3 hal seperti berikut ini.

Pertama: Agar bisa mengundang uang, bapak harus bisa membuat diri bapak menjadi magnet positif. Caranya, bapak harus selalu berpikir positif. Tindakan yang paling mudah untuk mengkondisikan pikiran agar bisa selalu positif, dengan selalu bersyukur. Nikmati saja apa yang telah terjadi saat ini, rasakan sebagai berkat bagi diri bapak. Dengan cara ini, pikiran bapak secara otomatis akan menjauhi pikiran-pikiran negatif, a.l.: marah, sombong, takut, dengki, iri, cemas, sedih, dll. Usahakan selalu bersyukur setiap saat, biar magnet positip bapak semakin hari semakin besar.

Kedua: Mintalah kelarisan bengkel dan mintalah rejeki yang berupa uang, langsung kepada Tuhan. Boleh melalui doa-doa seperti yang biasa bapak lakukan atau doa khusus tambahan. Selain itu, sebaiknya pagi hari, sebelum bangun tidur, dan malam hari. sebelum mau tidur, lakukan visualisasi kelarisan bengkel dan kedatangan rejeki. Caranya, dengan menutup mata, bayangkan bapak sedang duduk di bengkel, tahu-tahu beberapa mobil masuk untuk direparasi. Rasakan juga bapak sedang mereparasi dan menerima uang dari pelanggan setelah mobil selesai reparasi. Kalau agar bisa kedatangan rejeki, rasakan ada orang datang memberi uang kepada bapak satu bendel uang Rp. 100 ribu-an atau uang sebanyak satu tas. Atau rasakan yang lainnya yang bisa menggambarkan kelarisan bengkel dan kedatangan rejeki.

Ketiga: Hiduplah dengan mendengarkan suara hati, atau intuisi. Kalau ada yang minta tolong, ya dengan iklas tolonglah, kalau rasanya pingin berbuat sesuatu walau itu tidak seperti biasanya, ya cobalah lakukan saja. Kemudian saya tambahi: “Kalau bapak sudah melakukan yang saya sarankan tersebut, dan ternyata setelah 3 bulan tidak terjadi perbaikan, saya dikabari, nanti saya bantu agar hidup bapak lebih baik.” Setelah itu, saya beri dia air mineral gelas plastik yang telah saya isi visualisasi kesuksesan bapak IS.

Satu minggu setelah itu, bapak IS telpon bahwa bengkelnya sudah mulai agak laris, lumayan. Minggu yang kedua dia mengatakan agak sepi, tapi masih ada beberapa mobil yang masuk bengkel. Satu bulan setelah itu, dia berkunjung lagi ke rumah ingin menceritakan kejadian aneh yang tidak mungkin dilupakan selama hidupnya, karena dari sejak lahir baru sekali ini dialaminya. Begini ceritanya.

“Pada hari Kamis Wage, sekitar jam 5 sore, setelah bengkel tutup, rasanya ada yang mendorong saya agar mau menemui pak NG di daerah Turi, Yogyakarta utara. Pak NG ini teman saya dalam bisnis besi tua. Saya lupa rumahnya, tetapi setelah saya cari sekitar satu setengah jam bisa ketemu. Di sana kami cuma ngobrol ngalor-ngidul. Beberapa saat kemudian pak NG kedatangan tamu lain, temannya yang suka lelaku topo broto, kungkum, dll. namanya pak BB. Selanjutnya kita bertiga ngobrol. Pada saat ngobrol itu pak BB nyeletuk bahwa di soko guru bengkel saya yang terbuat dari bambu ori, tepat di bawah wuwungan ada ditaruh orang suatu benda yang dibungkus kain mori sebesar botol tetes mata Lotte. Barang itu ditaruh di situ sekitar 3 bulan yang lalu. Kalau itu nggak diambil bisa mengganggu kelarisan bengkelnya. Saya nggak percaya, gimana bisa memasukkan ke dalam bambu yang tingginya 6 meter, dan lagi bambunya tertutup. Tetapi agar saya juga tahu apakah benar kata pak BB, maka malam itu juga sekitar jam 10 malam, kami bertiga naik ke wuwungan menggergaji bambunya sedikit untuk bisa melihat dan mengambil benda yang berupa kain mori tersebut. Ternyata benar, mori itu ada, persis seperti yang dikatakan pak BB. Kemudian atas kerelaan pak BB, bungkusan mori itu dilarung ke laut olehnya.”

Kemudian dia menambahi: “Gimana pak Dwi, setelah pak Dwi ngajari saya mindset kok malah saya mengalami kejadian seperti itu.”

Kalau menghadapi kejadian-kejadian di luar dugaan seperti ini, biasanya saya langsung berusaha menenangkan lawan bicara. Saya mengatakan: “Tenang pak, rileks saja, biar segalanya gampang menjadi beres. Mari kita urai kejadian itu sedikit demi sedikit, biar tahu maknanya.”

Kemudian saya meneruskan pembicaraan: “Kalau menurut saya, saat ini magnet positif di dalam diri bapak sudah cukup besar. Ini progress yang bagus. Tadi kata teman bapak kan kain mori itu sudah dipasang 3 bulan yang lalu, sementara bapak saya ajak menggunakan mindset khan baru 1 bulan terakhir ini. Itu berarti saat bapak mulai menggunakan mindset, mori itu sudah berada di atas wuwungan, ya kan?”

Saya lanjutkan: “Lha di sinilah letak kekuatan magnet positif bapak kelihatan nyata. Bentuknya, bapak mendapat wangsit agar ketemu pak NG pada saat yang bertepatan dengan kedatangan pak BB ke rumah pak NG. Ini kan kejadian luar biasa. Mengapa semesta alam ingin mempertemukan bapak dengan pak BB? Karena semesta tahu bahwa ada bahaya klenik berada di rumah bapak, tetapi bapak kan tidak menguasai dunia klenik, makanya bapak dipertemukan dengan orang yang ahli pada bidangnya, yaitu pak BB. Dengan kejadian ini maka semesta telah menolong membebaskan bapak dari bahaya dengan caranya semesta mengatur dan dengan biaya yang murah. Luar biasa kan pak?

Saya juga beruntung dengan kejadian ini, karena saya juga dapat belajar dari kehidupan nyata bahwa memang benar ada kekuatan semesta yang melindungi orang yang selalu berpikir positif, dengan cara hanya mengudang hal-hal yang positif, sementara hal-hal yang negatif entah bagaimana caranya akan menyingkir dengan sendirinya.”

Begitulah kisah yang dialami pak IS. Saat ini bengkelnya sudah berjalan seperti biasanya, sering kali ramai dikunjungi mobil yang mau direparasi, dan kadang-kadang agak sepi. Tetapi jauh lebih baik dari pada saat pak IS belum menggunakan mindset.

Semoga kisah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

– Resensi Buku: “Hidup Yang Selalu Beruntung,” di sini.
– Resensi Buku: “Manajemen Kasih,” di sini.
– Materi Pelatihan “Self Empower,” di sini.
– Materi Pelatihan Leadership: “Menjadi Pemimpin yang Tangguh,”
di sini.
– Materi Pelatihan Teamwork: “Menciptakan Teamwork Berkinerja Prima,”
di sini.

-o0o-

6. Sukses Bisa Dipelajari,… Benar?

Ada yang percaya dan banyak yang tidak percaya bahwa hidup SUKSES bisa dipelajari…
Saran saya bagi semua anggota Forum Manusia Unggul: PERCAYA SAJA!
Karena,… jangankan cuma SUKSES, lha wong KEBERUNTUNGAN terus-menerus saja bisa kita undang selalu terjadi di dalam diri kita di mana saja, kapan saja dan dalam momentum apa saja kok,… ya kan?

Jadi, …. kita sepakat ya kalau kita semua ini memang diciptakan sebagai Manusia Unggul…

Lha kalau tidak menjadi Manusia Unggul, ngapain Yang Maha Kuasa ndadak repot-repot menciptakan manusia, pemborosan energi, mbok sudah menciptakan yang lain saja yang lebih baik dan lebih bermanfaat,…. ya kan?

Berikut ini cerita tentang kesangsian beberapa orang akan kemampuan manusia …
“Kalau memang benar bahwa ada cara yang jitu yang bisa membuat hidup seseorang selalu sukses, terus, di mana peran Tuhan?”

Tulisan ini bisa juga diakses di http://pembelajar.com/pelatihan-sukses-vs-peran-tuhan

Informasi ini sebagai rangkaian dari informasi sebelumnya, yaitu:
– KITA BISA SELALU BERUNTUNG http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10528
– SEMESTA DAN MANUSIA http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10540
– KEKUATAN UTAMA MANUSIA http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10622
– JIWA KITA SELALU MEMPROSES (1) http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10673
– JIWA KITA SELALU MEMPROSES (2) http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10676

Atau bisa juga dilihat di: http://www.facebook.com/group.php?gid=104701484267&ref=mf

Akan lebih baik bila semua anggota Forum menyempatkan diri untuk membaca informasi-informasi tersebut.

Bila ada kesulitan, silakan kontak kami.

Salam,
Forum MU
——————————

Pelatihan Sukses vs Peran Tuhan

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Dua tahun terkhir ini, kami (saya dan tim karunia semesta) membantu perorangan atau kelompok, baik itu organisasi non-formal atau perusahaan, mengadakan pelatihan yang membahas teknologi transformasi mind set untuk sukses. Secara umum, menurut peserta pelatihan amat sangat membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan pribadi ataupun permasalahan kelompok yang mereka alami. Selain itu, pelatihan ini juga bisa secara signifikan memperbaiki kesuksesan mereka. Kasus-kasus yang bisa mereka selesaikan antara lain bisa berhasil dalam pendidikan, mendapat anugerah kesembuhan, mendapatkan pekerjaan, berhasil dalam usaha, bisnis, bertani, dll., menemukan pasangan hidup, meraih ketenteraman hidup berumah tangga, menemukan anak yang tidak tahu rimbanya, dan lain-lain.

Mengingat masih banyak anggota masyarakat Indonesia yang belum bisa hidup secara cukup dan sukses saat ini, maka kami mencoba ikut membantu mereka melalui pelatihan. Kami sebar informasi tentang pelatihan ini melalui brosur, face to face dan web. Hasilnya bagus sekali, banyak pertanyaan dan permohonan dari berbagai tempat di Indonesia.

Salah satu pertanyaan yang selalu kami ingat adalah pertanyaan kritis sarkastik seperti berikut ini: “Kalau memang benar bahwa ada cara yang jitu yang bisa membuat hidup seseorang selalu sukses, terus, di mana peran Tuhan?

Demikian kurang-lebih jawaban saya kepada mereka, “Sebelum saya bisa mengelola mindset dengan benar dan melatihkannya kepada teman-teman, saya juga pernah bertanya seperti itu: ‘Lha kalau semua orang bisa mengatur kesuksesan mereka masing-masing, nanti Tuhan bagaimana?’ Itulah reaksi saya sebelum saya mengetahui kebenaran kekuatan mind-set. Tetapi setelah saya menyadari dan memahami, saya bisa mengumpamakan pertanyaan itu sama saja dengan pertanyaan seorang anak kecil ketika diajarkan cara membuat wedang kopi. Setelah gelas diisi gula, kopi bubuk, air panas dan diaduk, maka jadilah wedang kopi. Setelah wedang kopi itu disajikan, anak kecil ini bertanya: ‘Lho cuma seperti itu sudah jadi wedang kopi, terus di mana peran Tuhan?’

Maksud saya begini, ketika kita menyebut nama ‘Tuhan’, kita sebenarnya membicarakan Roh atau Roh kudus, karena Tuhan itu adalah Roh adanya. Sebutan ‘Roh’ berarti kuasa atau kekuatan atau energi. Ketika seseorang bisa hidup atau masih hidup, itu berarti ada kekuatan di dalam dirinya yang menjadikan dirinya bisa hidup. Kalau kekuatan itu sudah tidak ada dalam diri seseorang, maka orang itu almarhum (mah). Dengan pendek kata, Tuhan adalah kehidupan itu sendiri. Ketika seseorang masih hidup dan ketika dia berbuat segala hal, sudah pasti Tuhan selalu berada di situ. Di setiap detik di dalam kehidupan kita pasti selalu ada kehadiran Tuhan. Orang kristen percaya bahwa bila kita selalu bersama Tuhan, maka tidak akan ada kematian, yang ada hanyalah kehidupan, yaitu kehidupan kekal, orang-orang yang mati akan dibangkitkan.

Jadi sebenarnya di dalam kehidupan ini kita sudah tidak perlu lagi memisahkan antara Tuhan dan manusia. Ketika kita masih bisa hidup, ketika itu pula Tuhan hadir dan berkehendak di dalam kehidupan kita.

Ada cerita sufi yang bagus yang bisa untuk menggambarkan persoalan ini. Begini ceritanya, pada suatu hari di pinggiran laut hiduplah 2 ekor ikan, induk dan anaknya. Sambil berenang kesana-kemari anak ikan itu bertanya kepada induknya: ‘Bu, kata teman ada tempat yang sangat indah, namanya laut, di situ banyak sekali hidup binatang yang berwarna-warni dan bentuknya bervariasi, kapan-kapan kita ke laut ya Bu.’

Induknya sambil tersenyum menjawab: ‘Ya, boleh. Nggak usah nunggu kapan-kapan, saat ini juga kita ke laut, karena saat ini kita sudah berada di dalam laut.’

Sering kali pikiran manusia itu seperti anak ikan, tidak tahu dan tidak menyadari bahwa ketika kita hidup, kita ini sebenarnya sudah berada di dalam lautan berkat Tuhan, kita sudah berada di lingkup kuasa Tuhan. Sehingga, ketika kita bisa membuat wedang kopi, atau bisa membuat lukisan yang indah, atau bisa membuat mobil, atau bisa belajar sedemikian rupa sehingga menjadi pandai, dan lain-lain, termasuk juga bisa mengelola mindset agar bisa selalu sukses, tidak perlu lagi menanyakan ‘di mana peran Tuhan?,’ karena di setiap proses kehidupan dan di setiap hasil proses dalam kehidupan, di situ selalu ada peran Tuhan.”

Setelah mendengarkan jawaban ini, beberapa teman tertarik untuk mengikuti pelatihan mindset untuk kesuksesan mereka masing-masing. Ewo semanten, ada juga teman yang masih belum bisa memahami jawaban tersebut.

– Resensi Buku: “Hidup Yang Selalu Beruntung,” di sini.
– Resensi Buku: “Manajemen Kasih,” di sini.
– Materi Pelatihan “Self Empower,” di sini.
– Materi Pelatihan Leadership: “Menjadi Pemimpin yang Tangguh,”
di sini.
– Materi Pelatihan Teamwork: “Menciptakan Teamwork Berkinerja Prima,”
di sini.

-o0o-

7. Setelah Sukses,… Tugas Kita Selanjutnya: Berbagi,…

Sukses,… apapun definisinya, selayaknya tidaklah untuk diri sendiri, apalagi untuk mengalahkan orang lain.

Karena pada hakekatnya kesuksesan seorang membutuhkan dukungan orang lain. Selain itu,… kalau kita dikelilingi oleh banyak teman yang sukses di sekitar kita, kan lebih menyenangkan,… gitu kalee,…

Setelah kita mampu mengelola cipta, rasa dan karsa sedemikian rupa sehingga bisa sukses, bisa menyelesaikan segala permasalahan, bisa selalu beruntung, dll., maka tugas selanjutnya adalah berbagi, atau membantu sesama agar mereka pun bisa menemukan kesuksesan mereka masing-masing.

Berikut ini pandangan sepintas mengenai hal-hal apa saja yang kita perlukan agar kita bisa berhasil dalam berbagi atau membantu sesama.

Tulisan ini telah dipublukasikan di http://pembelajar.com/kepemimpinan-horizontal

Informasi ini sebagai rangkaian dari informasi sebelumnya, yaitu:
– KITA BISA SELALU BERUNTUNG http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10528
– SEMESTA DAN MANUSIA http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10540
– KEKUATAN UTAMA MANUSIA http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10622
– JIWA KITA SELALU MEMPROSES (1) http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10673
– JIWA KITA SELALU MEMPROSES (2) http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10676
– SUKSES BISA DIPELAJARI,… BENAR? http://www.facebook.com/topic.php?uid=104701484267&topic=10708

Atau bisa juga dilihat di:
http://www.facebook.com/group.php?gid=104701484267&ref=mf
http://www.facebook.com/board.php?uid=104701484267

Akan lebih baik bila semua anggota Forum menyempatkan diri untuk membaca informasi-informasi tersebut.

Bila ada kesulitan, silakan kontak kami.

Salam,
Forum MU
——————————

Kepemimpinan Horizontal

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Pada pertengahan Mei 2009, baru-baru ini, saya mendapat e-mail dari Romo AK (singkatan nama), seorang Pastor yang bertugas di NTT, yang isinya mohon dikirimi draft pelatihan kepemimpinan. Beliau sedang menyiapkan pelatihan kepemimpinan untuk masyarakat di daerahnya. Setelah saya kirimkan jadwal pelatihan beserta pokok-pokok materi dan metode pelatihannya, beliau menyempatkan diri menelpon saya. Berikut ini pembicaraan kami dalam telepon.

Romo AK (AK): “Selamat siang pak Dwi, ini Pastor AK. Terima kasih atas kiriman e-mailnya tentang pelatihan kepemimpinan.”.

Saya (SY): “Selamat siang Romo. Terima kasih sama-sama. Sebenarnya saya tidak tahu, model kepemimpinan seperti apa yang akan dilatihkan oleh Romo. Yang saya kirimkan itu hanya draft, silakan dimodifikasi sendiri yang disesuaikan dengan kondisi audiennya.”

AK: “Ya benar, seperti yang dikirimkan itu, Kepemimpinan Horizontal.”

SY: “Saya ulangi lagi, yang saya kirimkan itu hanya draft, bisa dimodifikasi. Point yang paling penting dalam kepemimpinan horizontal at least ada dua hal, yaitu mentransformasi diri menjadi pribadi yang tangguh dan menjadi agen empowerment kepada orang-orang disekitarnya.”

AK: “Ya, benar saya sepakat. Semua orang harus terus belajar biar bisa menjadi orang yang tangguh, agar siap menghadapi era globalisasi yang penuh dengan tantangan yang tidak ringan.”

SY: “Ciri-ciri pribadi yang tangguh adalah seorang pribadi yang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti apapun. Ciri yang lain, pribadi ini independent dan interdependent, dan juga bisa mendatangkan suasana sorga di dunia, maksud saya bisa mendatangkan kedamaian, suka menolong orang lain yang kurang beruntung, yang sakit menjadi sembuh, yang lapar bisa makan, yang kesulitan usaha bisa menjadikan usahanya sukses, dll. Dalam draft pelatihan itu, kompetensi yang diperlukan agar seseorang bisa seperti ini dilatihkan pada hari yang pertama, Cuma 1 hari saja.”

AK: “Hmm. . .”

SY: “Orang yang tangguh seperti ini biasanya bisa menemukan kedamaian dan kesejahteraan di dalam dirinya sendiri dan di dalam keluarganya terlebih dahulu. Kalau dia sudah bisa seperti ini barulah dia wajib berbagi rahasia kehidupan damai dan sejahteranya kepada orang-orang di sekitarnya.”

AK: “Ya, ya, masyarakat seperti itu yang kami butuhkan.”

SY: “Agar punya kemampuan untuk berbagi kepada orang lain, setiap orang memerlukan beberapa kompetensi tambahan, a.l. kompetensi untuk bisa membangun suasana yang mendukung perubahan di dalam masyarakatnya, kompetensi bagaimana berkomunikasi yang efektif, kemampuan mendengar dengan aktif, bisa membangun hubungan yang saling menghormati, bisa menjual idea yang ampuh, negosiasi, dan resolusi konflik.”

AK: “Ngg. . .”

SY: “Kalau suatu organisasi atau lembaga mau menerapkan Kepemimpinan Horizontal, diperlukan perubahan manajemen secara kontras, misalnya: struktur organisasi yang biasanya vertikal atasan-bawahan, perlu dirubah menjadi flat atau teamwork; kemudian garis komando tidak diperlukan lagi, tetapi masing-masing pekerja bekerja sesuai dengan agreement, mou atau komitmen yang telah disepakati; terus peran atasan bukan lagi sebagai supervisor atau tukang perintah dan mengawasi, tetapi ia berperan sebagai mentor atau coach; dan lagi otoritas tertinggi tidak terletak di pundak pimpinan, tetapi ditempatkan di system atau value yang telah disepakati bersama sebelumnya, yang umumnya dituangkan dalam visi, misi, kode etik, goal dan obyektif organisasi.”

AK: “Ya, benar. Kalau bisa saya dikirimi materinya.”

SY: “Mengenai materi, saat ini kami baru dalam proses menyusunnya dalam bentuk buku.Tetapi kalau referensi buku-buku yang bisa mendukung pelatihan, nanti saya kirimkan via e-mail.”

AK: “OK. Kami tunggu informasi tentang referensinya. Kalau bukunya sudah terbit, saya dikabari.”

SY: “Ya Romo. Saya akan bantu semampu saya. Kalau di lain waktu memerlukan draft Pelatihan Kepemimpinan yang Tangguh, bisa dilihat di web: http://karuniasemesta.indonetwork.co.id/. Salam saya untuk masyarakat di sini.”

AK: “OK. Terima kasih.”

Setelah selesai menerima telepon dari Romo AK, saya bertanya dalam hati: “Sebenarnya, berapa banyak para pemimpin kita (mulai dari tingkat RT, RW, Dukuh, Kepala Desa, Camat, dan seterusnya sampai tingkat tertinggi, Pimpinan Perusahaan, Pimpinan Yayasan sosial, Pimpinan Agama, dan pimpinan-pimpinan swasta yang lain) yang sudah menerapkan Kepemimpinan Horizontal?” Itulah PR bagi bangsa Indonesia yang besar ini.

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan bersama.

– Resensi Buku: “Hidup Yang Selalu Beruntung,” di sini.
– Resensi Buku: “Manajemen Kasih,” di sini.
– Materi Pelatihan “Self Empower,” di sini.
– Materi Pelatihan Leadership: “Menjadi Pemimpin yang Tangguh,”
di sini.
– Materi Pelatihan Teamwork: “Menciptakan Teamwork Berkinerja Prima,”
di sini.

-o0o-

Tulisan-tulisan terkait:
– “Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Resetting Mind-set,” bisa dibaca di sini.
– “Lima Kunci untuk Penyembuhan Pikiran-Tubuh,” bisa dibaca di sini.
– “Ciri Kecerdasan Spiritual (SQ),” bisa dibaca di sini.
– “10 (Sepuluh) Kiat Sukses,” bisa dibaca di sini.
– “Pemimpin Sejati,” bisa dibaca di sini.
– “Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat Menggunakan Kekuatan Karunia Semesta,” bisa dibaca di sini.
– “Perusahaan yang Bisa Survive di Milenium III,” bisa dibaca di sini.
– “Hakekat Pembangunan,” bisa dibaca di sini.

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Menjadi Manusia Unggul

  1. aliz says:

    bagus…d fb ada grupnya tuj manusia unggul?

  2. Wow, superb weblog layout! How long have you been blogging for? you make blogging appear effortless. The overall appear of your internet site is magnificent, as effectively as the content material! xrumer 494356

  3. hi, your website is really good. I truly do appreciate your give good results 436290

  4. Yes, please come to the web over and over again.

  5. Are there anybody want to answer this questions?

  6. You are welcome. I will.

  7. Thank you. I feel flattered.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s