Kepemimpinan Horizontal

Guna membangun karakter bangsa agar mampu terus-menerus bertumbuh, berkembang, damai dan sejahtera,  sebagian anggota masyarakat kita membutuhkan kompetensi Kepemimpinan Horizontal, atau ada juga yang menyebutnya Kepemimpinan Transformasional.

Apa itu Kepemimpinan Horizontal?  Berikut tulisan yang dicopy dari: http://www.pembelajar.com/kepemimpinan-horizontal untuk mengantar kita mengenalinya.

Selamat membaca,
Dwiatmo

—–

Kepemimpinan Horizontal

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Pada pertengahan Mei 2009, baru-baru ini, saya mendapat e-mail dari Romo AK (singkatan nama), seorang Pastor yang bertugas di NTT, yang isinya mohon dikirimi draft pelatihan kepemimpinan. Beliau sedang menyiapkan pelatihan kepemimpinan untuk masyarakat di daerahnya. Setelah saya kirimkan jadwal pelatihan beserta pokok-pokok materi dan metode pelatihannya, beliau menyempatkan diri menelpon saya. Berikut ini pembicaraan kami dalam telepon.

Romo AK (AK): “Selamat siang pak Dwi, ini Pastor AK. Terima kasih atas kiriman e-mailnya tentang pelatihan kepemimpinan.”.

Saya (SY): “Selamat siang Romo. Terima kasih sama-sama. Sebenarnya saya tidak tahu, model kepemimpinan seperti apa yang akan dilatihkan oleh Romo. Yang saya kirimkan itu hanya draft, silakan dimodifikasi sendiri yang disesuaikan dengan kondisi audiennya.”

AK: “Ya benar, seperti yang dikirimkan itu, Kepemimpinan Horizontal.”

SY: “Saya ulangi lagi, yang saya kirimkan itu hanya draft, bisa dimodifikasi. Point yang paling penting dalam kepemimpinan horizontal at least ada dua hal, yaitu mentransformasi diri menjadi pribadi yang tangguh dan menjadi agen empowerment kepada orang-orang di sekitarnya.”

AK: “Ya, benar saya sepakat. Semua orang harus terus belajar biar bisa menjadi orang yang tangguh, agar siap menghadapi era globalisasi yang penuh dengan tantangan yang tidak ringan.”

SY: “Ciri-ciri pribadi yang tangguh adalah seorang pribadi yang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti apapun. Ciri yang lain, pribadi ini independent dan interdependent, dan juga bisa mendatangkan suasana sorga di dunia, maksud saya bisa mendatangkan kedamaian, suka menolong orang lain yang kurang beruntung, yang sakit menjadi sembuh, yang lapar bisa makan, yang kesulitan usaha bisa menjadikan usahanya sukses, dll. Dalam draft pelatihan itu, kompetensi yang diperlukan agar seseorang bisa seperti ini dilatihkan pada hari yang pertama, Cuma 1 hari saja.”

AK: “Hmm. . .”

SY: “Orang yang tangguh seperti ini biasanya bisa menemukan kedamaian dan kesejahteraan di dalam dirinya sendiri dan di dalam keluarganya terlebih dahulu. Kalau dia sudah bisa seperti ini barulah dia wajib berbagi rahasia kehidupan damai dan sejahteranya kepada orang-orang di sekitarnya.”

AK: “Ya, ya, masyarakat seperti itu yang kami butuhkan.”

SY: “Agar punya kemampuan untuk berbagi kepada orang lain, setiap orang memerlukan beberapa kompetensi tambahan, a.l. kompetensi untuk bisa membangun suasana yang mendukung perubahan di dalam masyarakatnya, kompetensi bagaimana berkomunikasi yang efektif, kemampuan mendengar dengan aktif, bisa membangun hubungan yang saling menghormati, bisa menjual idea yang ampuh, negosiasi, dan resolusi konflik.”

AK: “Ngg. . .”

SY: “Kalau suatu organisasi atau lembaga mau menerapkan Kepemimpinan Horizontal, diperlukan perubahan manajemen secara kontras, misalnya: struktur organisasi yang biasanya vertikal atasan-bawahan, perlu dirubah menjadi flat atau teamwork; kemudian garis komando tidak diperlukan lagi, tetapi masing-masing pekerja bekerja sesuai dengan agreement, mou atau komitmen yang telah disepakati; terus peran atasan bukan lagi sebagai supervisor atau tukang perintah dan mengawasi, tetapi ia berperan sebagai mentor atau coach; dan lagi otoritas tertinggi tidak terletak di pundak pimpinan, tetapi ditempatkan di system atau value yang telah disepakati bersama sebelumnya, yang umumnya dituangkan dalam visi, misi, kode etik, goal dan obyektif organisasi.”

AK: “Ya, benar. Kalau bisa saya dikirimi materinya.”

SY: “Mengenai materi, saat ini kami baru dalam proses menyusunnya dalam bentuk buku.Tetapi kalau referensi buku-buku yang bisa mendukung pelatihan, nanti saya kirimkan via e-mail.”

AK: “OK. Kami tunggu informasi tentang referensinya. Kalau bukunya sudah terbit, saya dikabari.”

SY: “Ya Romo. Saya akan bantu semampu saya. Kalau di lain waktu memerlukan draft Pelatihan Kepemimpinan yang Tangguh, bisa dilihat di web: http://karuniasemesta.indonetwork.co.id. Salam saya untuk masyarakat di sini.”

AK: “OK. Terima kasih.”

Setelah selesai menerima telepon dari Romo AK, saya bertanya dalam hati: “Sebenarnya, berapa banyak para pemimpin kita (mulai dari tingkat RT, RW, Dukuh, Kepala Desa, Camat, dan seterusnya sampai tingkat tertinggi, Pimpinan Perusahaan, Pimpinan Yayasan sosial, Pimpinan Agama, dan pimpinan-pimpinan swasta yang lain) yang sudah menerapkan Kepemimpinan Horizontal?” Itulah PR bagi bangsa Indonesia yang besar ini.

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan renungan bersama.

—–
Sumber Gambar:
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/13284987791580053904.jpg
http://www.organizationalchampions.com/blog/wp-content/uploads/2010/07/Vertical-Horizontal-Matrix-Organizations.jpg
http://rockydui.files.wordpress.com/2011/11/organization-alignment.jpg

—o0o—

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kepemimpinan Horizontal

  1. sarodin shahri says:

    apa perbezaan dan persamaan dgn sevant leadership oleh greenleaf thn 1970an

    • Rekan Sarodin Shahri, terima kasih atas responnya.
      Begini jawabannya, Persamaan kepemimpinan horizontal dgn servant leadership: It seems, nuansanya more or less sama, yaitu melihat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia dan luar biasa, yang mempunyai peran secara bersama-sama membangun dunia agar bisa selalu bertumbuh, berkembang, damai dan sejahtera bagi semua orang. Peran pemimpin memberi pelayanan atau menjadi fasilitator bagi orang lain agar masing-masing orang bisa menemukan jati diri mereka yang mulia dan luar biasa.
      Perbezaan kepemimpinan horizontal dgn servant leadership: Kalau servant leadership dimulai dari keinginan untuk melayani (to serve first), sementara kepemimpinan horizontal dimulai dari transformasi diri (self transformation first). Ini pendapat kami, kalau ada pemahaman yang berbeda, silakan share di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s