Sekilas Manajemen Stres

Akhir-akhir ini, beberapa kali saya bertemu teman lama, ketika saya tanyakan: “Bagaimana kabarnya?” Beberapa menjawab: “Lagi stres nih,..” Mungkin saja jawaban tersebut hanya basa-basi, tetapi bisa juga serius. Maka ada baiknya bila kita memahami bahwa bila seseorang menderita stres berkelanjutan akan bisa membuat dia tidak bisa segar bugar setiap saat, atau kehidupan sehari-harinya mengalami gangguan. Ah masak sih?

Berikut 3 tulisan yang akan menjelaskan hal tersebut.

  1. Dampak buruk stres terhadap tubuh manusia. (Tulisan dari  http://raja-jempol.blogspot.com)
  2. Mengurangi stres. (Tulisan Tanadi Santoso di FB)
  3. Sepuluh Kebiasaan Untuk Menghindari Stres Dan Depresi. (Tulisan dari http://abidinblog.blogspot.com/)

 

1.  Dampak buruk stres terhadap tubuh manusia

Stres dan depresi yang dianggap sebagai penyakit kejiwaan di jaman kita saat ini, selain menyangkut kejiwaan juga mewujud ke dalam berbagai bentuk kerusakan tubuh manusia. Memang stres dan depresi bukan satu-satunya penyebab kerusakan tubuh namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.

Stres yang menimpa begitu banyak orang adalah suatu keadaan batin yang diliputi rasa kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menjadi stres/menderita stres tubuhnya ikut berreaksi dan menimbulkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya reaksi biokimia di dalam tubuh. Oleh karena stres yang parah bisa mengubah fungsi-fungsi normal tubuh yang bisa berakibat buruk pada tubuh manusia. Akibat stres/depresi kadar andrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas normal yang bisa pada berujung kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, gangguan saluran pencernaan, pernapasan, eksim dan psoriasis.

Ada kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres/depresi kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh yang melemahkan sistem kekebalan, atau dalam artian terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon.

Berikut ini beberapa dampak buruk dari stres dan depresi :

  1. Cemas dan panik
  2. Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
  3. Perubahan suara
  4. Aktif yang berlebihan
  5. Kesulitan tidur
  6. Penyakit kulit
  7. Gangguan saluran pencernaan
  8. Penegangan otot, gigi bergesekan atau terkunci
  9. Rasa sakit sedikit tapi terus menerus pada rahang, punggung,leher dan pundak
  10. Infeksi berintensitas rendah
  11. Migran
  12. Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar
  13. Rasa sakit pada dada
  14. Tekanan darah tinggi
  15. Ketidak-seimbangan ginjal, menahan air
  16. Gangguan pernapasan
  17. Alergi
  18. Sakit pada persendian, mulut dan tenggorokan kering
  19. Serangan jantung
  20. Melemahnya sistem kekebalan tubuh
  21. Pengecilan di bagian otak
  22. Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
  23. Bingung
  24. Ketidak-mampuan menganalisis secara benar
  25. Kemampuan berfikir yang rendah
  26. Daya ingat yang lemah
  27. Rasa putus asa yang besar
  28. Menyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
  29. Kesulitan melakukan gerak atau diam
  30. Memukul-mukul dengan irama tetap
  31. Ketidak-mampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
  32. Mudah tersinggung dan sangat peka
  33. Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
  34. Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
  35. Kehilangan atau peningkatan nafsu makan.

Melihat begitu banyaknya efek negatif stres dan depresi, alangkah baiknya kita enjoy saja dalam hidup ini, tetap sabar dalam menghadapi setiap kesulitan.

2.  Mengurangi stres

Stres itu sering baik untuk membuat kita lebih optimum dalam bekerja. Eustress, stres yang baik, pada fase “Thrill” sangat bermanfaat buat kita. Tetapi, sering kita mengalami stres yang berlebihan, dan membawa dampak negatif, baik untuk diri kita sendiri, atau pun orang-orang di sekeliling kita.

Ada 9 hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stres level kita:

  1. Mengurangi nilai kepentingan hal yang kita kuatirkan. Kita menjadi stres karena apa yang kita hadapi kita anggap sangat penting. Padahal tidak semuanya sebenarnya sepenting itu. Salah sedikit, miring sedikit, tidak lah apa-apa. Dengan mengurangi nilai pentingnya hal itu, akan membuat kita berkurang stresnya. 9 dari 10 orang stres selalu melebihkan resiko yang terjadi dengan menganggap akan terjadi hal yang jauh lebih parah dari yang sebenarnya.
  2. Mengurangi pemikiran akan kemungkinan itu terjadi. Teman yang takut terbang, memikirkan kemungkinan pesawat ada problem di udara. Dengan memikirkan bahwa hal itu sangat kecil kemungkinannya, kita dapat mengurangi stres kita.
  3. Berpikirlah dari sudut pandang yang lain. Kalau anda tidak diterima bekerja di A, mungkin masih ada pilihan di B, atau bahkan bisa membuat anda menjadi wiraswasta. Kita coba lihat persoalan dari sudut-sudut yang lain.
  4. Rayakan kesuksesan kecil anda. Kita stres sebab kita selalu menghawatirkan hal-hal kecil dan negatif, kalau kita merayakan kesuksesan kecil kita, misalkan berhasil menyelesaikan proyek 3 hari lebih awal, perlu kita makan soto bersama. Kemeriahan perayaan mengurangi stres kita.
  5. Bertemulah dengan sahabat anda. Sahabat mengurangi stres, membuat kita menjadi bahagia, dan membuat suasana hati membaik. Kita perlu kadang membuat kehidupan sosial kita menjadi sebuah obat untuk penghilang stres kita.
  6. Gunakan mental energi kita untuk hal-hal yang lebih positif. Kita arahkan fokus dan perhatian kita pada penyelesaian dan pada sisi-sisi positif tantangan yang kita hadapi. Jangan masuk pada lingkaran setan yang membuat kita menjadi berputar-putar pada persoalan kecil yang kita jadikan besar.
  7. Tanyakan kembali dengan pertanyaan yang lebih penting. Apakah ini akhir hidup anda bila anda gagal? Apakah yang anda pentingkan dalam hidup ini? Lima tahun dari sekarang, apakah hal ini masih sepenting ini? Siapa sebenarnya yang membutuhkan ini, apakah benar segenting ini persoalannya? Pertanyaan yang tepat akan membawa anda pada sudut hati yang tepat pula.
  8. Larilah sejenak. Bila tidak tahan dalam stres, cobalah ke Bali pada akhir pekan, atau ke kebun binatang pada hari Minggu, atau ke Bogor melihat tanaman. Pelarian sejenak memperbaiki suasana hati dan membuat kita lupa sejenak dengan persoalan yang ada.
  9. Hadapi dengan tegar. Pada akhirnya harus kita hadapi juga persoalan yang ada. Memang tidak mudah, dan butuh ketahanan, tetapi pada akhirnya kita harus mau dan mampu menghadapi persoalan itu dan menyelesaikannya.

Semoga 9 hal di atas dapat mengurangi stres yang anda alami, dan memperbaiki kehidupan anda. Stres yang baik perlu untuk kita punyai, tapi bila telah berlebihan harus kita kurangi juga supaya tidak terlalu membebani kehidupan kita.

3.  Sepuluh Kebiasaan Untuk Menghindari Stres Dan Depresi

Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari yang berguna untuk menghindari stres dan depresi. Tidak semua kebiasaan itu sering kita lakukan, tetapi jika kita bisa melakukannya, kemungkinan besar kita bisa menghindari stres dan depresi. Berikut adalah 10 kebiasaan yang bisa menghindari stres dan depresi sehingga kita bisa menjaga kesehatan mental kita.

  1. Menulis buku harian (diary). Menulis adalah cara yang baik untuk mengungkapkan perasaan. Dengan tanpa perlu kita memfilter setiap pemikiran, anda bebas mengungkapkan perasaan anda dalam bentuk tulisan. Anda tidak perlu takut untuk dinilai, dikritik, bahkan dikecam oleh orang lain. Hal ini memungkinkan anda untuk mengekspresikan emosi dan perasaan anda dengan bebas.
  2. Cukup tidur. Jika anda merasa kurang tidur malam, bisa ditambah dengan tidur siang yang singkat jika diperlukan. Tidur adalah saat yang baik bagi tubuh kita untuk memulihkan kondisi, perbaikan sistem kekebalan tubuh, kesempatan otak untuk istirahat dan regenerasi, dan juga menyimpan energi untuk hari berikutnya.
  3. Olahraga. Olahraga menghasilkan endorfin alami, yang membantu kita menempatkan diri dalam suasana hati yang baik. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati. Kemampuan otak untuk berpikir juga meningkat segera setelah olahraga.
  4. Minum banyak air putih. Dehidrasi sering diabaikan, padahal tubuh kita terdiri dari 95% air. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kita akan merasa lesu, pemarah, dan sakit kepala. Tubuh juga cenderung salah menafsirkan haus menjadi perasaan lapar, sehingga sering menjadi penyebab obesitas. Soft drink atau minuman dengan pemanis tidak dihitung sebagai air, sebaiknya minum air putih.
  5. Mendapatkan cukup vitamin D dan asam lemak omega 3 (omega-3 fatty acids). Vitamin D dan asam lemak omega-3 adalah nutrisi khusus yang membantu otak, namun sering kita tidak mendapatkan cukup dari makanan yang kita makan. Sekarang juga banyak produk tabir surya yang menghalangi penyerapan vitamin D pada kulit.
  6. Bersosialisasi. Saat ini sangat mudah untuk menjadi orang yang individualis karena kemajuan teknologi internet membuat segala sesuatu mudah dilakukan sendiri. Tetapi bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain sangat berguna bagi kesehatan mental kita. Walaupun hanya 1 jam sehari, bersosialisasi bisa meningkatkan mood kita.
  7. Meditasi atau berdoa. Banyak orang menganggap beribadah dan berdoa hanya sebagai suatu kewajiban. Tetapi beribadah dan berdoa memiliki efek sama baiknya dengan meditasi untuk kesehatan mental kita, yaitu membawa kita pada perasaan tenang dan damai.
  8. Bersyukur dan berterima kasih. Sering-sering mengucapkan kata syukur dan ucapan terima kasih kepada orang lain memberikan banyak dampak positif pada kehidupan kita. Pada dasarnya, pasti selalu ada sesuatu hal untuk disyukuri setiap harinya tidak peduli apapun keadaannya. Jika kita selalu berpikir positif, maka hal itu memberikan dampak yang positif pula pada kehidupan kita.
  9. Makan buah-buahan dan sayuran. Banyak mengkonsumsi buah dan sayur bisa memelihara tubuh kita, termasuk otak kita.
  10. Selalu tersenyum dan ramah terhadap orang lain. Ini mungkin hal yang paling sulit dilakukan. Seperti jika kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari kita, bersikap baik dan selalu tersenyum menjadi semakin sulit. Segala permasalahan baik di rumah maupun di kantor memang berpengaruh pada kehidupan sosial kita. Namun jika kita bisa menyenangkan orang lain dengan senyum kita, apapun permasalahan yang sedang kita hadapi, pasti perasaan senang juga akan datang kepada kita dengan sendirinya.

Dengan melakukan 10 kebiasaan di atas, anda akan mampu menghindari stres dan depresi. Melakukan kebiasaan baik sangat penting untuk mengembangkan dan mempertahankan pikiran sehat.

Salam sukses.

-o0o-

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Sekilas Manajemen Stres

  1. Hamzah Asad says:

    saya sangat terbantu dengan artikel ini syukran………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s