Hidup Secara Spiritual – Hidup Dengan SQ Tinggi

Syarat pokok menjadi pemimpin yang bermartabat

Oleh:  Dwiatmo Kartiko

Ketika banyak orang membicarakan bahwa negara kita saat ini sedang mengalami krisis kepemimpinan, saya pribadi berani mengatakan bahwa yang terjadi sebenarnya bukan krisis kepemimpinan, tetapi kita krisis pemimpin yang mampu menjalani hidup dengan SQ (Spiritual Quotient) tinggi atau hidup secara spiritual. Karena sebenarnya siapa pun pemimpin yang mau hidup dengan SQ tinggi akan mampu menemukan berbagai solusi untuk semua masalah yang dihadapi oleh para pengikutnya atau mereka yang dipimpinnya. Tokoh pemimpin besar yang kontroversial seperti ini adalah Nabi Musa. Walau berbagai syarat diajukan oleh raja Fira’un untuk menghalang-halangi bangsanya keluar dari tanah Mesir, namun dengan berbagai solusi akhirnya ia bisa membawa bangsanya membuka lembaran baru untuk merdeka, keluar dari tanah perbudakan menuju ke tanah perjanjian. Dan puncaknya sebagian besar pasukan bangsa Mesir harus tenggelam di laut Merah.

Sebaliknya, siapa pun saja yang hidup tanpa mempunyai SQ tinggi (htSQt) akan menemukan berbagai kesulitan hidup, bahkan bisa membelit dirinya secara berlarut-larut silih berganti. Kalau yang mengalami htSQt hanya perseorangan sih dampaknya relatif tidak besar, karena permasalahan hanya akan terisolir di dalam dirinya, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya saja, di lingkup yang relatif kecil. Namun, yang menjadi persoalan kita adalah kalau yang htSQt itu seorang pemimpin, maka yang akan ikut merasakan akibatnya selain dirinya, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya, juga semua staf beserta keluarga mereka dan orang-orang di sekitar staf tersebut, termasuk semua pihak yang tinggal di daerah kekuasaannya.

Yang paling dahsyat adalah kalau yang htSQt itu seorang pimpinan negara, ini akan menimbulkan malapetaka yang tak terhitung besarnya bagi semua rakyatnya, mulai dari rakyat lapisan atas, menengah, bawah, hingga rakyat yang tidak punya apa-apa (grassroots). Negara menjadi tidak kondusif, terjadi defisit anggaran, koruptor merajalela, dll. Terjadi banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran, kecelakaan kendaraan, kapal laut, pesawat terbang, dll. Semua dampak negatif yang menakutkan tersebut memang benar terjadi berkaitan dengan htSQt seorang pimpinan negara. Mengapa bisa seperti itu? Karena sebenarnya manusia dengan alam semesta ini menyatu dalam satu kekuatan spiritual yang sama.

Indikasi seseorang yang  htSQt a.l.:

  • Sulit memulai sesuatu
  • Motivasi tidak konsisten
  • Stres dan terbeban berat
  • Hasil selalu mengecewakan
  • Banyak efek samping dan kerugian
  • Lingkungan (manusia) tidak mendukung (misal: banyak pegawainya yang korupsi)
  • Kehendaknya berlawanan dengan kehendak Tuhan (misal: mencelakakan orang lain)
  • Motivasi kehidupannya salah  (Data Harvard: 90 %)
  • Cara berfikirnya salah  (Berdosa)
  • Sakit jiwa (Data IDI Ahli Jiwa:  94 %)
  • Karakternya tidak dewasa (misal: gampang marah)
  • Visi-motivasi imannya tidak aktif
  • Tidak mampu mengendalikan nasib dan takdir-nya
  • Tidak menikmati kelimpahan sejati (selalu merasa kurang, serakah)

Apa itu SQ?

SQ atau kecerdasan spiritual tidak mesti berhubungan dengan agama. SQ adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. SQ adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. SQ membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai pelayanan atau ibadah, yang dikerjakan secara tulus ikhlas, demi kepentingan umat manusia dan Sang Pencipta yang sangat dicintainya.

SQ menyangkut semua pendekatan holistik untuk hidup, menyeluruh: kesadaran diri, kasih sayang, kreativitas, kemampuan berpikir, kemampuan untuk alasan selalu berbuat yang benar dll, semua ini bersama-sama. SQ memperlengkapi kita untuk melihat dan memecahkan masalah, makna dan nilai dan kemudian mengarahkan pikiran dan tindakan kita menuju cakrawala yang lebih luas dan bermakna. Dengan SQ kita dapat membedakan lebih jelas antara benar dan salah, antara sorga dan neraka. Inilah yang memberdayakan kita untuk membangun hidup yang bermartabat. SQ adalah fondasi untuk hidup benar. SQ adalah kecerdasan tertinggi.

SQ inilah yang membedakan antara manusia dengan hewan dan komputer. Hewan dapat memiliki EQ (Emotional Quotient) dan komputer dapat memiliki IQ (Intelligence Quotients), tetapi mereka tidak akan pernah memiliki SQ. Mengapa? Karena SQ adalah resultan dari IQ dan EQ dalam kondisi tertentu yang kondusif.

Ibarat mesin motor atau mobil, mesin bisa berfungsi manakala ada bahan bakar plus api (dari busi) dalam tempat yang memungkinkan untuk menggerakkan piston. Saat bahan bakar/bensin bertemu api (dari busi) di dalam torak akan menghasilkan gerakan piston yang akan menjadikan motor atau mobil tersebut bergerak. Saat bensinnya habis, motor mogok. Kalau businya macet, motor mogok. Kalau toraknya tidak beres, motor mogok. Mesin tersebut dapat berfungsi sebagai resultan dari bensin dan api (dari busi) di dalam torak. Kekuatan yang mampu menjadikan motor atau mobil tersebut bergerak tidak sama dengan bensin dan juga tidak sama dengan api. Kekuatan untuk menggerakkan motor atau mobil tersebut adalah kekuatan baru yang timbul akibat semua kondisi yang mendukung memenuhi syarat.

Begitu juga kira-kira dengan SQ, seseorang yang bisa menggunakan atau mengendalikan IQ dan EQ dalam kondisi tertentu yang proporsional, akan dapat memunculkan kekuatan baru, yaitu SQ. Semakin tepat porsi IQ dan EQ dalam diri seseorang akan dapat memunculkan SQ yang tinggi. Bila seseorang ngawur dalam menggunakan IQ, maka SQ tidak muncul. Begitu juga bila seseorang ngawur dalam menggunakan EQ, maka SQ tidak muncul. Serta, bila seseorang menggunakan IQ dan EQ tidak proporsional, SQ juga tidak akan muncul. SQ bukanlah IQ dan juga bukan EQ. SQ adalah kekuatan baru yang luar biasa yang dimiliki seseorang apabila ia mau dan mampu menggunakan IQ dan EQ yang memenuhi syarat tertentu. SQ seolah-olah seperti bonus atau hadiah yang tahu-tahu ada di dalam diri seseorang yang bisa dipakai untuk melakukan tindakan supra-natural. Bagi orang beragama kejadian seperti ini disebut dia sebagai orang yang bisa membuat mukjizat. Atau ada juga yang mengistilahkan orang yang sudah mampu membangunkan raksasa tidur di dalam dirinya (the sleeping giant within).

Bisakah SQ ditingkatkan?

SQ bisa ditingkatkan. Dengan menggunakan analog mesin motor atau mobil, kita bisa mengotak-atik IQ dan EQ sedemikian rupa sehingga bisa memunculkan SQ yang tinggi. Bagaimana cara mengotak-atik IQ dan EQ? Tidak sulit, hanya saja sering kali kita tidak mau. Semua bahan baku sudah ada di dalam diri kita masing-masing, tidak perlu mencari ke mana-mana. Tinggal kita sendiri yang harus mau menggunakan IQ dan EQ secara proporsional agar bisa memunculkan SQ yang tinggi. IQ dan EQ sebenarnya adalah pikiran dan perasaan kita. Keduanya ada di dalam otak kita, yaitu: otak kiri dan otak kanan, serta pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Kalau pada jaman dahulu untuk memunculkan SQ yang tinggi memerlukan tindakan yang ekstrim, misalnya:

  • Nabi Musa, dibuang di padang gurun selama 40 tahun, tahu-tahu mempunyai kuasa untuk membelah Laut Merah,
  • Nabi Isa/Yesus, hidup penuh syukur dalam segala hal dari sejak lahir yang diajarkan oleh ibunya (Bunda Maria), ditambah mengasingkan diri di padang gurun selama 40 hari tanpa makan (mungkin masih tetap minum), terbukti bisa membangkitkan orang mati dan membuktikan bahwa manusia benar-benar bisa moksha (merubah tubuhnya menjadi energi/roh),
  • Sunan Kalijaga, duduk manis di tepi sungai, menjaga kali, selama 40 hari (mungkin digigit nyamuk tidak dirasakan) di desa Kalijaga, letaknya di sebelah selatan Terminal Bus Induk kota Cirebon, bisa menyebarluaskan ajaran agama baru dalam masyarakat jawa,
  • Panembahan Senapati, bertapa di pesisir laut selatan berulang-ulang, bisa mengembalikan kejayaan Kerajaan Mataran Baru (Islam) di atas wilayah Kerajaan Mataram Kuno (Hindhu).
  • dll.

tetapi untuk sekarang ini, untuk memunculkan SQ yang tinggi tidak harus melakukan tindakan yang se-ekstrim itu.

Untuk mengotak-atik IQ dan EQ bisa dilakukan di rumah. Tindakan ini disebut resetting mind-set. (lihat https://karuniasemesta.wordpress.com/background/) Mereka yang sudah berhasil melakukan resetting mind-set bisa dikatakan sebagai orang yang telah mengalami transformasi diri, atau ada juga yang menyebut telah lahir kembali, atau telah menjalani hidup baru. Kalau menurut Poros Langit Nuswantara, mereka disebut Satrio Paningit.

Indikator SQ Tinggi

Secara empiris, seseorang dengan SQ tinggi adalah orang yang sudah mampu menggunakan cakra mata ketiga (cakra ajna), yang terletak di kening di antara kedua alis mata. Dengan ciri utama dia mempunyai pewaskitaan (clairvoyance) atau tembus pandang, disertai kekuatan psikis lainnya. Pewaskitaan yang dimilikinya berupa kemampuan untuk memahami pengetahuan duniawi & pengetahuan surgawi (spiritual), serta pengetahuan tantang masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Seseorang dengan SQ tinggi bisa juga dikatakan sebagai orang yang mampu hidup dalam dunia energi (spiritual/sorgawi), walaupun masih hidup dengan tugas-tugas duniawi. Orang seperti ini sudah tidak minat untuk memanfaatkan tahta, harta dan nafsu keduniawian lainnya untuk memenuhi ego-nya. Ego-nya sudah jenuh dengan hal-hal duniawi, walaupun secara fisik mungkin dia tidak mempunyai apa-apa. Dia sudah melihat dan berlimpah dengan banyak hal yang tidak diketahui dan dimiliki oleh orang yang htSQt.

Secara ilmiah, orang yang hidup dengan SQ tinggi a.l.

  • Kesadaran diri, atau hidup dengan kesadaran
  • Fleksibilitas dan adaptabilitas
  • Kemampuan dan kapasitas untuk menghadapi, menggunakan dan mengatasi rasa sakit dan penderitaan.
  • Mempunyai visi yang jauh untuk kesejahteraan semua
  • Hidup dengan nilai-nilai tertentu
  • Kebijaksanaan untuk tidak merugikan atau menyakiti orang lain dan diri sendiri
  • Pendekatan dan pandangan yang holistik
  • Selalu mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar dengan menggunakan “mengapa” dan “bagaimana jika”
  • Keberanian untuk bekerja melawan konvensi, jika perlu.

So what?

Kalau di depan saya katakan bahwa yang terjadi sebenarnya bukan krisis kepemimpinan, tetapi kita krisis pemimpin yang mampu menjalani hidup dengan SQ tinggi atau hidup secara spiritual, maka saya mengundang siapa saja untuk membuktikannya. Mari kita meng-upgrade semua diri kita, terutama para pimpinan, dengan resetting mind-set. Karena kalau kita tidak mau melakukan resetting mind-set atau membuktikan rumus:

IQ + EQ + x = SQ

IQ = Intelligence Quotient,
EQ = Emotional Quotient,
x = kondisi tertentu yang kondusif,
SQ = Spiritual Quotient.

maka selamanya kita tidak akan pernah punya pimpinan yang bermartabat. Kasihan! Mosok kita hidup cuma sekali dengan bekal kemampuan yang luar biasa kok hanya kita jalani dengan hidup yang biasa-biasa dan cenderung tidak enak karena mempunyai pemimpin yang htSQt.  Mari kita buktikan.

Saatnya BERUBAH.

“Kalau kamu bisa membuat mukjizat, itu tidak berarti kamu istimewa. Karena memang seperti itulah sejatinya manusia. Tetapi kalau kamu tidak bisa membuat mukjizat, itu artinya kamu belum manusia, walaupun wujudmu manusia.”
Guru Spiritual Sejati

-o0o-

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s