Mukjizat itu ilmiah

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Di suatu sore, ketika saya berjalan-jalan di Malioboro, salah satu jalan protokol di Yogyakarta, beberapa bulan yang lalu, ada anak muda pkl yang mengatakan kepada temannya secara berapi-api: “Saat ini jamannya sudah beda, sudah gak mungkin ada mukjizat. Mukjizat itu hanya terjadi pada zamannya nabi-nabi. Udahlah jangan mengharap akan terjadi mukjizat pada dirimu. Lebih baik kamu kerja yang keras, gak usah neko-neko.”

“Semuanya benar seperti yang kita yakini,” begitulah salah satu rumus kekuatan pikiran. Kalau seseorang yakin bahwa mukjizat sudah tidak ada, ya orang itu tidak akan menemui mukjizat. Tetapi sebaliknya kalau ada orang yang percaya masih ada mukjizat, ya mukjizat bisa terjadi pada dirinya.

Apakah benar mukjizat itu masih ada?

Terlepas dari agama apapun, para pakar fisika kuantum sudah pernah menjelaskan bagaimana mukjizat bisa terjadi. Dimulai pada tahun 1900, ada paling tidak 3 ilmuwan fisika yang menggeluti fisika kuantum, yaitu Max Planck, ahli fisika dari Jerman, Albert Einstein dan Louis de Broglie. Salah satu hasil rumus energi kuantum yang fenomenal hingga saat ini adalah yang ditemukan Albert Einstein, yaitu:

Apa hubungannya rumus energi kuantum tersebut dengan mukjizat? Nah jawaban pertanyaan inilah topik utamanya.

Kehidupan ini masih tetap ada karena masih ada proses sirkulasi/transaksi antara materi-materi, energi-energi, energi-materi dan materi-energi di berbagai level kehidupan, yaitu: di dalam tubuh manusia, di antara tubuh manusia dengan alam semesta, dan di antara manusia dengan manusia atau sirkulasi/ transaksi sosial kemasyarakatan. Kalau sirkulasi/transaksi darah dan hormon di dalam tubuh seseorang terganggu, maka orang tersebut menjadi tidak sehat. Begitu juga bila di suatu daerah tidak ada oksigen, maka orang tidak bisa hidup di daerah itu, misalnya seperti yang pernah terjadi di daerah Dieng, Jawa Tengah, akibat adanya wilayah yang didominasi karbonmonoksida, banyak jatuh korban. Dan bila tidak ada pasar, yaitu tempat sirkulasi/transaksi sosial kemasyarakatan, maka akan banyak orang yang merasa kehidupannya terganggu. Syarat utama adanya kehidupan adalah adanya proses sirkulasi/transaksi materi dan energi di segala level kehidupan.

Menurut Louis de Broglie: cahaya itu terdiri dari partikel-partikel. Partikel itu satuannya berat (kg). Artinya, cahaya/energi itu sebenarnya juga materi dan materi itu juga energi, atau materi dan energi itu sebenarnya sama saja, bedanya hanya besar-kecilnya partikel yang menyusunnya. Kalau energi partikelnya amat sangat lembut sekali sehingga tidak bisa dilihat mata, sedangkan materi partikelnya bisa kita lihat dengan jelas. Karena energi itu juga materi dan materi itu juga energi, maka kedua hal ini juga mengalami sirkulasi/transaksi. Nah, sirkulasi/transaksi antara energi (tidak kelihatan) dengan materi (bisa dilihat mata) atau sebaliknya, inilah yang disebut mukjizat.

Kalau kita melihat rumus di atas
dengan pengertian bahwa c2 adalah konstante, atau bilangan tertentu/konstan/tetap, dan tanda = (sama dengan) dibaca sebagai tanda dua arah bolak-balik,  maka rumus tersebut dapat dibaca bahwa dengan konstante kecepatan cahaya kwadrad, energi akan bisa menjadi materi (E —> m) dan sebaliknya materi juga bisa menjadi energi (E <— m).

Contoh 1: sirkulasi/transaksi dari energi ke materi. Kalau ada kejadian orang sakit yang bisa sembuh setelah didoakan, misalnya, itu bisa untuk menggambarkannya. Energi, yang berupa kata-kata doa, telah berubah menjadi materi, yang berupa perbaikan sel-sel tubuh, sehingga bisa terlihat dalam wujud kesembuhan.

Contoh 2: sirkulasi/transaksi dari materi ke energi. Teori kuantum bisa untuk menjelaskan bahwa memang benar ada hidup langgeng, atau hidup yang tiada batas, atau hidup yang terus-menerus hingga melampaui batas ruang dan waktu. Teori ini menjadi jawaban akan keyakinan kita bahwa memang benar ada kebangkitan manusia setelah mati, atau memang benar bahwa moksha itu ada di semesta raya ini. Kebangkitan manusia sebenarnya adalah adanya perubahan wujud dalam diri manusia dari materi, tubuh, atau daging, berubah wujud menjadi manusia yang berupa energi atau roh. Manusia yang bertubuh energi inilah wujud yang sebenarnya dari manusia. Kalau menurut para tokoh spiritual: “Manusia adalah roh yang terperangkap dalam kedagingan, bukan sebaliknya, kedagingan yang berisi roh.”

Jadi, jawaban pertanyaan “Apakah benar mukjizat itu masih ada?” adalah: “Selama masih ada kehidupan, pasti akan selalu ada mukjizat.”

Salam sukses untuk para pembaca sekalian.

“Kalau kamu bisa membuat mukjizat, itu tidak berarti kamu istimewa. Karena memang seperti itulah sejatinya manusia. Tetapi kalau kamu tidak bisa membuat mukjizat, itu artinya kamu belum manusia, walaupun wujudmu manusia.”
Guru Spiritual Sejati.

-o0o-

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s