Hidup Dengan Kesadaran

Ada teman yang ketika saya sarankan sebaiknya anda hidup dengan kesadaran, menjawab: “Iya, saya sudah seperti itu. Terima kasih.” Tetapi ketika saya undang untuk datang ke rumah saya, dia mengatakan lupa jalannya. Padahal sudah 2 kali dia saya ajak main ke rumah saya. Saya pikir dia belum tahu tentang apa yang saya maksud dengan “hidup dengan kesadaran.”

Yang membedakan manusia dengan benda/makhluk yang lain adalah adanya kesadaran. Sebagai contoh saat kita di ruangan kerja, kita melihat di situ ada tempat duduk atau kursi. Ketika kita ditanya: “Kursi itu ada atau tidak?” Kita menjawab: “Ada.” Tentu saja seperti itu. Tetapi, ketika kita ditanya: “Lha kursi itu sendiri apakah sadar kalau dirinya ada?” Kita mungkin akan geleng-geleng kepala, atau menjawab: “Tidak.” Itu artinya kalau seseorang hidup tidak dengan kesadaran bisa-bisa akan merepotkan dirinya sendiri.

“Hidup dengan kesadaran” sebenarnya bisa untuk indikasi kualitas SQ (Spiritual Quotient) seseorang (lihat https://karuniasemesta.wordpress.com/2012/09/10/925/). Seseorang dengan SQ tinggi akan bisa hidup dengan penuh kesadaran, setiap saat. Bahkan ada teman saya dari India ketika dia berada di halte bis Trans Jogja di terminal Wirobrajan, saat menunggu bis untuk mengantarkannya ke Jalan Kaliurang, di tengah keramaian lalu lintas, dia bisa mendengarkan ada suara jangkerik di sebelah pojok bawah di ruang tunggu tersebut, yang tentu saja tidak ada orang di situ yang mempedulikannya.

Terus, hidup dengan kesadaran itu seperti apa? Berikut tulisan teman kita di Kompasiana, Andi Fadlan Irwan, yang perlu kita simak bersama.

Selamat membaca.

-o0o-


Menjalani Hidup dengan Penuh Kesadaran

Oleh Andi Fadlan Irwan

Menjalani hidup dengan penuh kesadaran mungkin menurut anda mudah. Jangan salah, menjalani kehidupan kita dengan sadar bukan perkara remeh. Kualitas kehidupan kita ditentukan oleh kesadaran kita dalam melakukan segala sesuatu. Masalahnya, hampir semua orang menjalani hidup tidak dengan kesadaran penuh. Anda mungkin keberatan dan mengatakan, ”Tidak mungkin, saya selalu sadar setiap saat. Saya melakukan segala sesuatu dengan penuh kesadaran.”. Tapi benarkah begitu? Mari kita lihat.

Ada dua jenis kesadaran, kesadaran makro dan kesadaran mikro. Kesadaran makro adalah menyadari mengenai siapa diri kita, dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dan kemana kita akan pergi. Kesadaran mikro adalah kesadaran dalam keseharian kita. Di sini kita menyadari sepenuhnya apa yang sedang kita lakukan, pikirkan, dan rasakan.

Banyak permasalahan yang kita hadapi terjadi semata-mata karena kurangnya kesadaran pada saat kita melakukannya. Apa anda pernah bercanda kelewat batas? Apakah anda pernah keseleo bicara tentang sesuatu yang tidak sepantasnya? Pernah bukan? Ini menunjukkan kita sangat sering kehilangan kendali kesadaran atas apa yang kita lakukan. Anda baru sadar telah bercanda tidak pada tempatnya begitu ada kawan yang merasa terluka, Anda baru sadar telah bertindak kasar setelah orang lain sakit hati. Anda baru sadar telah berbohong setelah hal itu menimbulkan masalah.

Ada dua penyebabnya. Pertama, kita sering melakukan sesuatu secara otomatis. Saking rutinnya hal tersebut, kita melakukannya tanpa berpikir. Kita hanya bergerak seperti robot. Kedua, kita tidak menyadari perasaan apa yang muncul dalam diri kita setiap saat. Padahal perasaan inilah yang mendorong kita untuk melakukan berbagai tindakan.

Menyadari perasaan yang muncul setiap waktu merupakan kunci keberhasilan kita dalam hidup. Anda harus mampu mengenali dan mendefinisikan berbagai macam perasaan yang datang silih berganti. Begitu Anda marah, sadarilah bahwa Anda sedang marah. Begitu Anda takut, sadarilah Anda sedang takut. Begitu Anda sedang tergoda, apakah oleh uang, kekuasaan, jabatan maupun wanita, sadarilah bahwa Anda sedang tergoda. Anda harus mampu menyadari perasaan yang timbul. Sadari dan akuilah perasaan itu. Ini namanya kesadaran yang tepat waktu. Dengan demikian Anda dapat membunuh ”monsternya” selagi ia masih kecil.

Salah satu ukuran kemajuan spiritual kita adalah sejauh mana kita dapat menjaga kesadaran kita setiap saat. Inilah yang disebut mindfullness, yaitu hidup dalam kesadaran dan keterjagaan pikiran. Mindfulness membuat kita lebih fokus. Ini membantu kita memberikan perhatian pada apa yang tengah kita kerjakan persis pada saat kita mengerjakannya. Memberikan perhatian membuat kita hidup di dalamnya, serta menikmati dan mengapresiasi saat ini dalam semua kekayaan dan kedalamannya. Ini membantu kita benar-benar melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi

Intinya, untuk dapat menikmati hidup, orang harus memiliki kesadaran setiap saat. Sederhana sekali bukan? Inilah cara termurah untuk dapat menikmati hidup yang berkualitas. Anda tidak perlu melakukan apapun. Yang Anda perlukan cuma satu: Menyadari!

Mengapa para sufi pergi bertapa? Karena dengan bertapa mereka dapat menyadari setiap gerakan dari tubuh mereka. Merasakan setiap helaan nafas mereka. Mengapa banyak orang datang ke klinik meditasi? Karena dengan meditasi, kita melatih kesadaran kita atas tubuh dan pikiran kita. Apa inti dari olahraga yoga? Juga kesadaran. Kesadaran untuk menikmati setiap irama gerakan tubuh.

Tapi anda tak perlu jauh-jauh pergi bertapa untuk mendapatkan ketenangan. Anda hanya perlu kesadaran dalam menjalani kehidupan anda. rasakan setiap gerakan tubuh anda. Rasakan setiap helaan nafas anda. rasakan pemandangan di jalan yang anda lalui ketika ke kampus. Dan rasakan ketenangan meliputi hari-hari anda. Selamat mencoba.

Sumber: http://filsafat.kompasiana.com/2010/01/11/menjalani-hidup-dengan-penuh-kesadaran/

-o0o-

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s