Mungkinkah Karakter Seseorang Dirubah? Of Course, Bisa!

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Ada satu kalimat dari teman SMA, yang sampai saat ini masih saya ingat, walau sebenarnya keliru tetapi sering dibenarkan oleh masyarakat awam, yaitu bahwa karakter seseorang tidak bisa dirubah. Saat dia diingatkan, ketika sering mengulangi kesalahan yang sama, a.l. mengumpat dengan kata-kata kotor saat menemukan hal-hal yang menyakitkan, dia menjawab bahwa hal itu sudah menjadi karakter dirinya, tidak mungkin bisa dirubah.

Masak sih karakter seseorang tidak bisa dirubah?

Kalau memang karakter seseorang tidak bisa dirubah, maka untuk apa perlu ada pertobatan? Karena, bertobat itu berarti: berbalik, atau berubah 180 derajat. Misal, seseorang mempunyai kebiasaan mencuri dan korupsi, setelah ketahuan, kemudian dia mengakui kesalahannya dan bertobat: berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi, atau berjanji untuk tidak mencuri dan korupsi lagi. Dengan kata lain, setelah kejadian tersebut dia akan merubah kebiasaannya sehari-hari berbalik 180 derajat: sama sekali tidak mencuri dan korupsi.

Namun, karena menurut banyak orang karakter manusia tidak bisa dirubah, maka orang tersebut tidak akan mampu untuk memenuhi janjinya, dia akan kembali mencuri dan korupsi lagi. Kalau begitu, untuk apa dia repot-repot bertobat dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya? Selanjutnya, buat apa ada ajaran bahwa kita harus mau bertobat dan menempuh hidup baru agar bisa masuk sorga? Atau buat apa manusia perlu hijrah dari perbuatan-perbuatan yang jahat ke perbuatan-perbuatan yang baik, agar bisa selamat di dunia dan di akherat, kalau memang karakter seseorang tidak bisa dirubah?

Itu artinya karakter seseorang, sebenarnya, bisa dirubah. Kalau ternyata ada orang yang mengatakan bahwa karakternya tidak bisa dirubah, bisa jadi bukan karakternya yang tidak bisa dirubah, tetapi dirinyalah yang malas untuk berbenah diri, atau malas untuk merenovasi karakternya.

Bagaimana cara merubah karakter?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kalau diawali dengan uraian sekilas tentang apa itu karakter. Banyak pengertian mengenai karakter, namun pengertian yang sepadan dengan yang dimaksud di dalam tulisan ini ialah bahwa karakter itu adalah berbagai hal yang ada di dalam diri seseorang yang menentukan kualitas moral atau etika, kualitas kejujuran, keberanian, integritas, dan reputasi seseorang.

Karakter seseorang ada yang positip dan ada yang negatip. Yang dimaksud dengan karakter positip adalah berbagai hal yang ada di dalam individu yang menentukan kualitas seseorang menjadi baik atau positip, menyangkut: moral, kejujuran, keberanian, integritas, dan reputasi tentunya. Sedangkan yang dimaksud karakter negatip adalah yang sebaliknya: yang membentuk moral, kejujuran, keberanian, integritas, dan reputasi seseorang menjadi jelek atau negatip.

Manusia dengan karakter baik atau positip akan lebih mudah untuk menemukan keberhasilan dan kesuksesannya. Seseorang dengan moral, kejujuran, keberanian, integritas, dan reputasi yang berkualitas, tentu saja akan lebih mudah berhasil dan sukses, bila dibanding dengan mereka yang kurang berkualitas.

Untuk mempermudah alur berfikir sebagai reasons untuk menjawab pertanyaan di atas, silakan memcermati skema berikut ini.

Proses shifting characters

Dari skema di atas bisa dikatakan bahwa karakter seseorang, entah itu karakter positip atau negatip, merupakan akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan dirinya. Terus, kebiasaan-kebiasaan tersebut terbentuk dari pikiran atau mind-setnya. Lebih lanjut, mind-set seseorang merupakan hasil dari proses belajar yang dialaminya.

Proses belajar yang dimaksud di sini adalah segala hal yang dipelajari dan dialami manusia, dari sejak dia lahir hingga mau masuk liang lahat. Proses belajar terdiri dari 3 (tiga) pilar, yaitu: pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan ketrampilan (psycomotor). Oleh para pakar pendidikan, proses belajar bisa dikelompokkan menjadi 3 (tiga) juga, yaitu: pendidikan formal, non-formal, dan in-formal. Pendidikan formal, berupa pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan non-formal berupa kursus-kursus. Dan pendidikan in-formal menyangkut proses belajar di dalam keluarga, pergaulan, masyarakat, perpustakaan, media-media sosial, dll.

Dari uraian tersebut tampak jelas bahwa karakter seseorang sebenarnya merupakan out-come dari proses belajar yang berkelanjutan yang membentuk mind-set, yaitu berbagai aktivitas pendidikan yang menyeluruh dari sejak lahir yang berhasil direkam di dalam pikirannya hingga membentuk mind-set. Dengan begitu, menjadi mudahlah untuk menjawab pertanyaan di atas. Jawabannya ialah untuk merubah karakter seseorang yang perlu dirubah adalah mind-setnya, dengan cara memodifikasi proses belajarnya.

Terobosan untuk memperbaiki katakter

Kata kunci dari perubahan karakter adalah perubahan mind-set. Artinya, kalau kita bisa merubah mind-set, maka, tanpa ada paksaan sedikit pun, karakter kita juga akan berubah.

Kalau begitu, karena mind-set terbentuk dari sejak lahir dan berakumulasi selama hidup, maka timbul pertanyaan baru: berarti orang yang sudah tua, bila dibandingkan dengan anak kecil akan lebih sulit untuk merubah karakternya dong? Gitu kan logikanya? jawabannya: Tidak. Tidak seperti itu. Perubahan mind-set seseorang bisa seketika, atau bahasa jawanya: sak dek sak nyet atau dumadakan, dan bisa juga, yang lebih banyak terjadi, perubahannya secara berangsur-angsur. Prosesnya sama saja pada orang tua, maupun pada anak-anak.

Mind-set terdiri dari 3 (tiga) unsur utama, yaitu: paradigma, keyakinan dan nilai. Paradigma dinyatakan sebagai cara seseorang memandang sesuatu. Keyakinan sebagai bentuk kepercayaan seseorang terhadap sesuatu. Dan nilai merupakan sikap dan sifat yang dianggap paling penting oleh seseorang hingga mampu membatasi dirinya.

Ketiga unsur utama mind-set ini bisa direnovasi, kuncinya pada bagaimana kita mampu memaksimalkan pikiran. Caranya dengan memaksimalkan semua fungsi pikiran dan otak. yang terdiri dari: pikiran sadar (concious), pikiran bawah sadar (sub-concious), otak kiri (left brain) dan otak kanan (right brain). Kalau keempat fungsi pikiran ini dimaksimalkan, atau istilahnya seseorang mampu akses ke semua fungsi pikiran tersebut, maka dia akan mudah untuk merenovasi mind-set.

Icebergotak 3

Permasalahan secara umum di Indonesia ialah bahwa proses belajar kita hanya mementingkan pikiran sadar (concious) dan otak kiri (left brain). Makanya tidak perlu heran kalau masalah-masalah di Indonesia dari tahun ke tahun, bahkan dari generasi ke generasi selalu sama dan berulang-ulang terus, terutama masalah: SARA dan korupsi. Kalau seandainya proses belajar kita, terutama di dalam pendidikan formal, sejak SD hingga perguruan tinggi, dilengkapi dengan pelajaran bagaimana memaksimalkan pikiran bawah sadar (sub-concious) dan otak kanan (right brain), PASTI, atau kemungkinan besar, masalah SARA dan korupsi di Indonesia akan hilang dengan sendirinya. entah itu cepat atau sangat cepat.

So,

Karakter manusia bisa dirubah. Siapapun bisa merubah karakter yang negatip manjadi positip. Dengan begitu siapapun bisa hidup lebih baik, bahkan bisa sukses luar biasa. Apabila saat ini ada pembaca yang masih mempunyai karakter yang negatip mulailah belajar merubah mind-set. Rubahlah mind-set menjadi positip, pastilah karakter akan berubah menjadi positip, dan hidup menjadi lebih baik dan lebih sukses. Dengan cara: maksimalkan kemampuan pikiran sadar (concious), pikiran bawah sadar (sub-concious), otak kiri (left brain) dan otak kanan (right brain).

Gampang kan?

SUKSES buat pembaca sekalian.

-o0o-

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s