Andai Yesus Bukan Kristus

Sintesis Dari Belajar Pada Realitas Kehidupan Dan Kemanusiaan Yesus

Oleh: Dwiatmo Kartiko

Sebenarnya tulisan ini akan diberi judul: “Yesus Tidak Sama Dengan Kristus,” namun, karena dengan judul seperti ini dirasa akan bisa diinterpretasi sebagai tulisan yang propokatif, maka judul tulisan ini diganti dengan yang seperti di atas. Walaupun kenyataannya memang seperti itu, yaitu: Yesus itu tidak sama dengan Kristus.

Kok bisa?

Iya benar, Yesus itu tidak sama dengan Kristus. Karena Yesus itu nama seseorang, sedangkan Kristus itu nama jabatan atau “jubah kebesaran.” However, karena Yesus mempunyai komitmen yang amat sangat kuat untuk menggunakan jabatan atau “jubah kebesaran” tersebut, maka nama Yesus sampai hari ini tidak bisa dilepas dari sebutan Kristus, namanya telah kokoh menyatu dengan jabatannya: Yesus Kristus. Makanya kalau ada tulisan dengan judul “Yesus Tidak Sama Dengan Kristus,” diperkirakan akan bisa menimbulkan hal-hal yang malah kontra produktif.

The_Mask_Untuk memudahkan pemahaman tentang perbedaan antara Yesus dengan Kristus, atau sebutan lainnya Mesias, atau Al Masih, ada film yang bisa menginspirasi. Pada tahun 1994, di gedung-gedung bioskop pernah diputar sebuah film yang berjudul “The Mask,” yang dibintangi oleh Jim Carrey dan Cameron Diaz. Cerita ringkasnya: Suatu hari ditemukan topeng ajaib di dasar laut. Keistimewaan dari topeng ini adalah siapapun yang menggunakannya akan berubah atau mengalami transformasi diri menjadi super-hero (pahlawan super). Walaupun awalnya berbadan kurus, atau gemuk, laki-laki, atau perempuan, atau siapa pun juga, bahkan seekor anjing sekalipun, kalau dia memakai topeng tersebut, dia akan mengalami transformasi diri menjadi super-hero. Dia menjadi kebal, kuat, lincah, pandai, cekatan, dll., pokoknya menjadi makhluk yang serba bisa dan luar biasa. Tetapi bila topeng tersebut dilepas, dia akan kembali lagi seperti sedia kala, sebagai makhluk yang biasa-biasa saja.

Cerita film The Mask tersebut bisa untuk membedakan antara Yesus dengan Kristus. Dikisahkan Yesus itu anak Maria yang dilahirkan di kandang domba, pada saat ibunya sedang mengungsi. Selain lahir di tempat yang tidak layak, Yesus juga dikisahkan tidak jelas siapa figur bapaknya. Ewo semanten, walaupun Yesus lahir di dunia dalam kondisi yang mungkin paling hina di antara manusia pada umumnya, tetapi karena Yesus mempunyai komitmen yang amat sangat kuat untuk menjadi Kristus, maka dia telah berhasil menjadi manusia pertama yang bisa hidup luar biasa: bisa menyembuhkan orang sakit hanya dengan kata-kata, bisa meredakan angin ribut, dll., bahkan dia bisa hidup di dua dunia, yaitu: di dunia kelihatan (jasmani) dan di dunia tidak kelihatan (rohani).

Jadi, sebenarnya yang membuat Yesus menjadi figur yang luar biasa itu bukan karena ujug-ujug, atau tahu-tahu, dia mendapat hadiah dari Sang Pencipta begitu saja, tetapi sebelumnya dia telah berusaha keras untuk hidup memenuhi standard kompetensi sebagai Kristus.

Beberapa bukti Yesus berusaha menjadi Kristus

Beberapa bukti bahwa Yesus telah berusaha keras untuk menjadi Kristus, a.l.:

1. Ketika berumur 12 tahun (tidak seperti anak-anak pada umumnya), dia belajar kepada para pemuka agama Yahudi di Bait Allah. Tetapi Yesus merasa kurang puas dengan jawaban-jawaban para pemuka agama Yahudi tersebut.

2. Ketika berumur 13 – 29 tahun (kisah ini tidak tertulis di Al Kitab. Al Kitab tidak ada cerita saat Yesus berumur 13 – 29 tahun), dia pergi bersama saudagar dari timur (kalau di Al Kitab disebut orang Majus, yang diceritakan hadir pada saat Yesus lahir dengan persembahan: emas, mur dan kemenyan), ke daerah Himalaya, yaitu ke daerah India dan Nepal, untuk belajar tentang Hindu dan Buddha, termasuk belajar bagaimana menyembuhkan tanpa obat, memanggil ikan, membangkitkan orang mati, dll. (Kisah Perjalanan Yesus ke Timur, buka: http://stevyhanny.blogspot.com/2008/08/kisah-perjalanan-yesus-ke-timur.html. Film: Jesus in the Himalayas, buka: http://www.tombofjesus.com/index.php/en/component/content/article/44-films/documentaries/116-jesus-in-the-himalayas.)

peta

3. Ketika berumur 30 tahun, di padang gurun setelah dibabtis dan berpuasa 40 hari, dia mampu mengalahkan semua godaan iblis. Komitmen Yesus untuk mengalahkan iblis ini sangat kuat sekali, jauh berbeda bila dibandingkan dengan kisah Nabi Adam saat digoda iblis melalui isterinya Hawa, yang cuma digoda sekali saja sudah klepek-klepek.

4. Yesus selalu afirmasi kepada dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya tentang siapa dirinya. Contohnya: “Aku ini terang dunia.” “Akulah gembala yang baik.” “Aku ini jalan dan kebenaran dan hidup.” “Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.” “Aku dan Bapa satu.” Kata-kata afirmasi seperti ini bisa untuk meneguhkan diri agar bisa selalu berbuat hanya yang terbaik, dan juga bisa untuk menghalangi godaan-godaan yang mungkin akan menggagalkan komitmennya untuk menjadi Kristus.

5. Dll.

Apa itu Kristus?

Istilah Kristus, atau Mesias, atau Al Masih berarti: Raja yang diurapi. Menurut Tanakh Ibrani (Al Kitab Perjanjian Lama), Mesias yang dijanjikan adalah orang yang dipilih Allah, ditetapkan untuk menggenapi suatu tujuan penyelamatan bagi umat Allah, dan menggenapi hukuman terhadap musuh-musuh-Nya. Kepadanya diberikan kuasa untuk memerintah bangsa-bangsa, dan dalam semua tindakannya, yang sesungguhnya bertindak adalah Allah sendiri.

yesus

Jabatan Kristus inilah yang oleh Maria, ibu Yesus, diafirmasikan ke dalam diri Yesus sejak masih di dalam kandungan, saat masih bayi, hingga kanak-kanak. Yang sebenarnya jabatan Kristus ini telah diafirmasikan oleh leluhurnya, beberapa ratus tahun sebelumnya, tertulis di Al Kitab Perjanjian Lama yang disebut: nubuat.

Pendek cerita, jabatan Kristus ini sekitar 2000 tahun yang lalu telah mampu diraih oleh seseorang yang bernama Yesus, sehingga nama lengkapnya menjadi: Yesus Kristus.

Tentang pernyataan bahwa Mesias adalah orang yang dipilih Allah, tidak harus diartikan bahwa hanya dialah yang menjadi pilihan Allah, sedangkan kita ini bukanlah pilihan Allah. Bisa jadi tidak seperti itu. Kalau kita pelajari proses terbentuknya janin di dalam kandungan, maka kita semua yang telah lahir di muka bumi ini sebenarnya juga pilihan Allah. Bayangkan, dari jutaan sel sperma yang keluar saat ejakulasi, ternyata hanya 1 sel sperma yang berhasil membuahi sel telor. Artinya ada sekian juta sel sperma lain yang kalah saat ikut perlombaan membuahi sel telor. Satu sel sperma yang sukses tersebut adalah diri kita. Sehingga, sebenarnya kita semua ini adalah juga orang yang dipilih Allah.

Pertanyaan untuk direnungkan: “Seandainya Maria tidak mempunyai mimpi tentang anaknya yang akan menjadi Kristus, dan juga seandainya Yesus sendiri cara hidupnya hanya angin-anginan, ledha-ledhe, tidak mempunyai komitmen yang kuat untuk selalu berbuat hanya yang benar (do the right thing), tidak berintegritas, dan gampang klepek-klepek saat digoda iblis, apakah Yesus akan tetap menjadi Kristus?”

Kisah selanjutnya,…

Setelah Yesus selesai dengan persiapan untuk menjadi Kristus, saat menjalankan tugasnya, dia bukannya mengumpulkan harta untuk “balik modal,” atau pergi ke salon untuk memperbaiki penampilannya, atau gonta-ganti kacamata, atau suka tampil “mbagusi” di depan khalayak, tetapi yang dia kerjakan selanjutnya adalah:
– menghadirkan suasana sorga di dalam dunia, yaitu mewujudkan kehidupan yang penuh dengan damai dan sejahtera;
– menunjukkan bahwa kuasa illahi itu sebenarnya bisa menyatu dengan kehidupan manusia sehari-hari, atau mukjizat itu bisa hadir sewaktu-waktu saat diperlukan;
– dan, bila ada permintaan, dia selalu memberi solusi yang jitu terhadap berbagai persoalan kesehatan, sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh orang-orang di sekitarnya.

Di samping itu, dia juga mengajak orang-orang di sekitarnya untuk dilatih agar bisa menjadi penyelamat-penyelamat manusia dan dunia, seperti dirinya. Orang-orang yang secara ikhlas dan sukarela mau mengikuti cara hidup Yesus, atau mau mengenakan “jubah kebesaran” tersebut, disebut orang Kristen (turunan dari kata Kristus), bukannya orang Yesen (asal kata dari Yesus).

Yesus-dan-Para-Murid-muridnya

Seperti dalam film The Mask, siapa saja yang telah mengenakan “jubah kebesaran,” atau mengalami transformasi diri menjadi Kristus, juga akan mampu berperilaku seperti Yesus, hidupnya menjadi luar biasa. Mampu berbuat banyak hal sesuai dengan talenta yang dimilikinya, bisa menjadi solusi bagi orang-orang di sekitarnya, dan bisa mengalami hidup kekal.

Tetapi bila “jubah kebesaran” itu dilepas, atau hidupnya tidak istiqomah, atau hidupnya tidak selalu on the track, atau tidak mampu menjaga hidup agar tetap teguh di dalam iman, dia pun akan kembali lagi seperti sedia kala, sebagai makhluk yang biasa-biasa saja.

Hal itu berarti bahwa yang disebut orang Kristen itu sebenarnya bukanlah orang yang suka ngalor-ngidul membawa Al Kitab, atau mereka yang ke sana ke mari memakai kalung salib, atau mereka yang suka pamer lambang-lambang kekristenan kepada orang lain, tetapi yang disebut orang Kristen itu adalah orang yang telah mengalami transformasi diri menjadi penyelamat dunia. Dengan kata lain, orang Kristen adalah orang yang perilaku hidupnya telah berubah sedemikian rupa sehingga menjadi mirip, bahkan serupa, dengan perilaku hidup Yesus Kristus.

Gampangnya, ciri-ciri hidup orang Kristen adalah orang yang kesukaannya mewujudkan sabda-sabda Yesus dalam hidup keseharian. Salah satu sabda yang bisa menjadi ciri perilaku orang kristen adalah: “…. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.” (Matius 20: 26-27).

Yang paling disukai saat mengalami transformasi diri menjadi Kristus adalah “… dalam semua tindakannya, yang sesungguhnya bertindak adalah Allah sendiri.” Kalau sudah seperti ini, mau membutuhkan apa saja tinggal meminta kepada Allah, maka semuanya pasti dicukupkan.

Artinya, orang Kristen itu adalah orang yang mau mengikhlaskan hidupnya untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya. Ybs mampu seperti ini karena percaya bahwa hidupnya telah memperoleh jaminan berkat yang melimpah dan berkesinambungan dari Allah sendiri, sampai akhir jaman.

Maka dari itu,

Andai pada 2000 tahun yang lalu Yesus tidak lulus ujian standard kompetensi menjadi Kristus, atau seperti judul tulisan ini: “Andai Yesus Bukan Kristus,” maka: apakah masih ada ibu lain, selain Maria, yang sejak saat mengandung punya mimpi agar anaknya kelak hidup menjadi Kristus? Dan juga, apakah masih ada orang lain, selain Yesus, yang berani meninggalkan seluruh harkat hidupnya, dari sejak kanak-kanak hingga menemui ajalnya, hanya untuk meraih satu hal, yaitu menjadi Kristus? Bila keduanya tidak ada, apakah kita akan tetap bisa lahir di dunia dengan menikmati indahnya kehidupan seperti saat ini? Dan lagi, apakah kita masih bisa mempunyai harapan untuk hidup di dunia yang lebih baik pada hari esok?

Selanjutnya, walaupun Yesus sudah menjadi role model sebagai manusia yang berkepribadian Allah, tetapi andai orang-orang yang hidup saat ini tidak ada yang mau berkomitmen untuk menjadi berkat bagi orang-orang lain, apakah harapan untuk hari esok yang lebih baik juga masih tetap ada?

Sangat disayangkan, kalau manusia (yang diciptakan dengan derajat yang lebih tinggi dari makhluk-makhluk yang lain, dengan talenta utama yang berupa jiwa: cipta, rasa dan karsa), ternyata mengalami nasib yang tidak menyenangkan, nasib yang tidak lebih baik dari nasib dinosaurus.

Saat ini dunia menantikan komitmen kita untuk ikut berperan di dalam berbagai tindakan nyata agar bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik, dan bisa menjadikan dunia berisi hiruk-pikuk suasana sorga, yang tidak lain adalah dunia yang dipenuhi oleh orang-orang yang ikhlas untuk menjadi berkat bagi sesamanya.

Marilah kita baca, dengar dan penuhi undangan Yesus ini: “Masih banyak tempat di sorga.”

Kini saatnya untuk berubah.

Salam,
Tuhan memberkati.


_____________
Catatan penulis
: Tulisan ini merupakan hasil refleksi pribadi yang sudah mengendap sekian lama. Dari tulisan ini sedikitnya penulis bisa belajar 3 (tiga) hal: +) memahami mengapa sampai saat ini masih banyak orang Yahudi tidak percaya kepada Yesus; +) semakin mantab dengan ajaran Yesus, karena kehidupan Yesus terasa sangat riil, kehidupannya nyata layaknya kehidupan sehari-hari, tidak seperti Kisah Mahabarata atau Dongeng 1001 Malam; +) dan, membuat semakin yakin bahwa hidup yang sebenarnya dan yang dikehendaki oleh Yang Maha Kuasa adalah hidup yang sudah mengalami transformasi diri.

-o0o-

Informasi tentang pengembangan SDM, dll., di sini.

—o0o—

About karuniasemesta

Kelompok Karunia Semesta (KKS) merupakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dengan motto: "Saling berbagi membangun hidup bermartabat." Kelompok ini memberi pelayanan: konsultasi, mentoring, pendampingan & coaching/pelatihan. Kegiatan rutin yang dikerjakan antara lain memberi pelayanan sosial, konsultasi, pendampingan dan mentoring kepada anggota masyarakat yang memerlukan bantuan untuk menyelesaikan permasalah sosial, ekonomi. pendidikan, kesehatan, dll. Di samping itu, KKS juga memberi coaching/pelatihan pengembangan sumber daya manusia, a.l. Pelatihan Shifting Character for Success, Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Self Empower, Pelatihan Teamwork Berkinerja Prima, dan Pelatihan Soft-skills: inisiatif, inovasi, decision making, problem solving, manajemen waktu, pendelegasian, resolusi konflik, manajemen teamwork, PDCA/ PDSA, strategic planning, dll. Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Kantor Pusat: Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667, 08886829663 e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id. Kontak: Dwiatmo Kartiko Dwiatmo Kartiko lahir di Blora pada 30 Mei 1963. Masa kecil hingga menyelesaikan SMA dijalani di kota kecil di Jawa Tengah tersebut. Pada tahun 1986, menyelesaikan pendidikan S-1 Geografi di Univ. Gadjah Mada Yogyakarta. Setelah lulus, sempat mengajar di Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, selama 3 (tiga) semester, hingga pertengahan tahun 1988. Setelah itu, kegiatan sehari-harinya dihabiskan dengan menggeluti dunia LSM yang berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan lingkungan, baik di LSM lokal maupun LSM Internasional, mulai dari UPKM/CD RS Bethesda Yogyakarta, WALHI Yogyakarta, PELKESI dan diteruskan masuk menjadi staf PLAN Internasional Indonesia. Mulai tahun 2000, dunia usaha menjadi impian hidupnya, sambil masih terus terlibat di dalam dunia pemberdayaan SDM. Itulah sebabnya, sejak tahun 2006 pengembangan SDM menjadi fokus aktivitas sehari-harinya, dengan menjadi fasilitator pemberdayaan SDM secara individual dan kelompok, baik itu organisasi atau perusahaan. Saat ini bersama isteri dengan dua anak, tinggal di Perum Jatisawit Asri, Balecatur, Gamping, Sleman 55295. Bisa dikontak via Tlp 0274 2149528, Hp/sms 08157933667; 08886829663; e-mail: dkartiko@yahoo.com; tim_karunia@yahoo.co.id.
This entry was posted in Paper and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s